Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Mirip tapi Bukan Kembar! Bongkar Perbedaan Cincau dan Cao, Favoritnya Minuman Segar Tradisional

Eric Wibowo • Kamis, 17 Juli 2025 | 01:49 WIB
Ilustrasi perbedaan cincau dan cao.
Ilustrasi perbedaan cincau dan cao.

Jawa Pos Radar Madiun – Banyak yang mengira cincau hijau dan cao (cincau hitam) adalah jenis minuman yang sama.

Padahal, meskipun sering muncul bersama dalam sajian es tradisional Indonesia, keduanya berasal dari tanaman yang berbeda dan diolah dengan cara yang tidak sama.

Mengetahui perbedaan cincau dan cao penting agar kita tak salah menyebut atau salah pilih ketika ingin menikmati kesegaran alami dari dua jenis bahan ini.

Asal Tanaman dan Bahan Baku

Cincau hijau berasal dari daun segar tanaman Cylea barbata Miers, yang biasa tumbuh liar di pekarangan atau ladang.

Proses pembuatannya hanya menggunakan daun dan air bersih tanpa tambahan bahan lain. Hasilnya adalah gel hijau bening yang ringan dan alami. 

Sebaliknya, cao alias cincau hitam dibuat dari tanaman janggelan. Daun dan batang tanaman ini dikeringkan terlebih dahulu sebelum direbus.

Bahan kering inilah yang menjadi pembeda utama, karena cao harus melalui proses perebusan dan penyaringan sebelum cairannya didinginkan dan membentuk tekstur padat berwarna hitam.

Proses Pembuatan: Remas Dingin vs Rebus Panas

Cincau hijau dibuat dengan metode tradisional tanpa dimasak. Daun segar direndam, diremas bersama air, disaring, lalu didiamkan hingga mengental.

Proses ini mempertahankan kesegaran dan kandungan alami daun.

Sebaliknya, cao diproses dengan perebusan bahan kering, lalu disaring dan didinginkan untuk membentuk gel hitam.

Proses ini membuat cao lebih tahan lama dan cenderung digunakan dalam skala produksi yang lebih besar.

Perbedaan Warna, Tekstur, dan Rasa

Warna menjadi pembeda visual paling mencolok. Cincau hijau berwarna hijau pucat atau segar, sedangkan cao berwarna hitam pekat.

Dari segi tekstur, cincau hijau lebih lembut dan halus seperti agar-agar, sementara cao lebih kenyal dan padat, memberi sensasi mengunyah yang berbeda.

Soal rasa, cincau hijau cenderung netral dengan sedikit rasa pahit alami dari daun segar.

Cao memiliki rasa pahit yang lebih kuat, khas dari tanaman janggelan yang telah dikeringkan dan direbus.

Cara Penyajian dan Popularitas

Keduanya lazim disajikan dalam minuman segar seperti es cincau, es cao, atau campuran kolak dan es campur.

Cincau hijau lebih sering ditemukan di sajian rumahan atau warung tradisional, sedangkan cao menjadi pilihan populer di berbagai warung es, terutama di wilayah Jawa Tengah dan Jabodetabek.

Keduanya kerap dikombinasikan dengan santan, juruh (gula merah cair), dan sirup sebagai pelepas dahaga alami, terutama saat Ramadan atau musim panas. (ebo/cor) 

Editor : Andi Chorniawan
#warna #minuman #Pembuatan #CaO #cincau #rasa #tekstur #perbedaan