Jawa Pos Radar Madiun – Kalau kamu pernah berkunjung ke Kalimantan Selatan atau punya teman orang Banjar, mungkin pernah dengar menu yang namanya cukup ekstrim Ayam Masak Bom.
Namanya bukan sembarangan arena rasa pedasnya memang seperti bom yang meledak di mulut. Tapi jangan salah, di balik pedasnya yang menggetarkan, ada kombinasi rempah dan bumbu yang bikin makanan ini kaya rasa dan nagih banget.
Biasanya ayam dimasak hingga empuk, lalu ditumis dengan bumbu merah pekat dari cabai, bawang, dan rempah-rempah pilihan.
Warna merah menyala dan aroma harum dari daun jeruk, serai, serta lengkuas bikin siapa pun langsung lapar hanya dengan mencium aromanya.
Bahan-Bahan:
1 ekor ayam kampung, potong kecil-kecil
2 lembar daun salam
3 lembar daun jeruk
1 batang serai, geprek
1 ruas lengkuas, geprek
1 sdt gula pasir
Garam dan kaldu bubuk secukupnya
Minyak untuk menumis
Air secukupnya
Bumbu Halus:
10 buah cabai merah keriting
5 buah cabai rawit merah (atau sesuai selera)
7 siung bawang merah
4 siung bawang putih
1 butir kemiri
½ ruas kunyit
Cara Membuat:
1. Cuci bersih potongan ayam, lalu rebus dengan sedikit garam hingga setengah empuk. Tiriskan. Sisihkan air rebusannya.
2. Haluskan semua bahan bumbu halus dengan blender atau ulekan. Tumis bumbu halus dalam minyak panas bersama serai, daun jeruk, daun salam, dan lengkuas. Tumis hingga wangi dan matang.
3. Masukkan potongan ayam ke dalam tumisan bumbu. Aduk rata hingga ayam terbalut bumbu merah.
4. Tambahkan air secukupnya (boleh pakai air rebusan ayam tadi), lalu bumbui dengan garam, gula, dan kaldu bubuk. Masak dengan api sedang hingga air menyusut dan bumbu meresap ke dalam ayam.
5. Masak hingga ayam benar-benar empuk dan kuah menyatu dengan bumbu. Koreksi rasa. Sajikan Ayam Masak Bom selagi panas dengan nasi putih hangat dan lalapan segar.
Ayam Masak Bom bukan sekadar masakan pedas biasa. Ini adalah warisan rasa dari Kalimantan Selatan yang kuat dengan rempah dan karakter.
Cocok buat kamu yang suka sensasi pedas sekaligus ingin mencicipi kekayaan rasa khas masakan daerah.
Bisa disajikan utuh, atau disuwir dan dijadikan isian lontong. Mau jualan lauk pedas yang beda dari biasanya? Ini salah satu menu yang layak masuk daftar.
(*/naz)
Penulis: Nazala Syifa Julieta/Politeknik Negeri Madiun