Jawa Pos Radar Madiun - Kue sikaporo adalah salah satu kue tradisional khas Bugis-Makassar yang populer dalam berbagai hajatan, termasuk pesta pernikahan.
Dulunya, jajan tradisional ini hanya dinikmati oleh kalangan bangsawan. Namun kini menjadi hidangan populer di berbagai acara penting.
Kue ini terbuat dari tepung beras, santan, dan telur, dengan lapisan berwarna kuning dan hijau yang melambangkan kelembutan, kesederhanaan, dan keharmonisan.
Resep turun temurun kue ini membuat lidah jatuh cinta sejak gigitan pertama!
Kue ini terdiri dari dua lapis. Lapisan atas berwarna kuning (dari kuning telur), dan lapisan bawah putih kehijauan (dari santan dan tepung).
Aromanya harum, tampilannya cantik, dan rasanya sangat khas.
Bahan-Bahan Kue Sikaporo (untuk Loyang 20×20 cm)
Lapisan Bawah (Putih):
200 ml santan kental
200 ml air
100 gram tepung beras
75 gram gula pasir
1/2 sdt garam
Pewarna hijau pandan (opsional)
Lapisan Atas (Kuning):
5 butir kuning telur
200 ml santan
1 sdm tepung beras
2 sdm gula pasir
1/4 sdt garam
Cara Membuat Kue Sikaporo Bugis
1. Olesi loyang dengan sedikit minyak atau alasi plastik tahan panas. Panaskan kukusan terlebih dahulu.
2. Dalam wadah, campur tepung beras, gula, garam, air, dan santan. Aduk rata hingga tidak ada yang menggumpal.
Tambahkan pewarna hijau pandan jika ingin warna menarik. Saring bila perlu agar halus.
3. Tuang adonan lapisan bawah ke loyang, kukus selama 20 menit atau hingga setengah matang dan permukaannya padat.
4. Kocok kuning telur, tambahkan santan, tepung beras, gula, dan garam. Aduk rata dan saring agar halus.
5. Tuang lapisan atas di atas lapisan bawah yang telah dikukus. Kukus kembali selama ±30 menit hingga matang sempurna.
6. Biarkan kue dingin di suhu ruang sebelum dipotong. Potong sesuai selera (biasanya berbentuk persegi atau belah ketupat).
Tips Sukses Membuat Sikaporo
Gunakan santan kental segar agar aroma dan rasa lebih gurih. Pastikan kukusan benar-benar panas saat mengukus lapisan kedua agar tidak tercampur.
Jangan buka tutup kukusan terlalu sering agar permukaan tidak bergelombang. (naz)
Editor : Mizan Ahsani