Jawa Pos Radar Madiun - Kalau bicara soal tahu goreng paling legendaris di Indonesia, Tahu Sumedang pasti jadi salah satu yang langsung terlintas di pikiran.
Berasal dari daerah Sumedang, Jawa Barat, camilan satu ini terkenal dengan teksturnya yang unik: bagian luar garing renyah, sementara bagian dalam tetap lembut dan gurih.
Bukan sekadar tahu biasa, Tahu Sumedang memiliki keunikan dari segi rasa dan cara memasaknya. Biasanya disajikan dengan cabai rawit atau lontong, tahu ini cocok untuk camilan sore, teman ngeteh, atau bahkan ide jualan yang menjanjikan.
Penasaran gimana cara bikin Tahu Sumedang rumahan yang mirip aslinya? Yuk, ikuti resep dan tips berikut ini!
Bahan Utama:
500 gram tahu putih padat (pilih yang teksturnya agak kasar seperti tahu Bandung)
1 liter air bersih
1 sendok makan garam halus
1 sendok teh baking powder (opsional, untuk kerenyahan ekstra)
Minyak goreng secukupnya (untuk deep fry)
Bumbu Rendam (opsional untuk rasa gurih lebih dalam):
2 siung bawang putih, geprek
1 sendok teh garam
½ sendok teh ketumbar bubuk
Cara Membuat Tahu Sumedang yang Enak dan Renyah:
1. Potong tahu putih menjadi ukuran kotak kecil atau sesuai selera. Bilas sebentar dan tiriskan.
2. Untuk rasa yang lebih dalam, rendam tahu dalam air yang sudah diberi bawang putih geprek, garam, dan ketumbar selama 15–20 menit. Angkat dan tiriskan.
3. Masukkan tahu ke dalam panci berisi air dan tambahkan garam serta baking powder. Rebus tahu sekitar 5–10 menit agar permukaannya mengeras sedikit. Angkat, tiriskan, dan diamkan hingga suhu ruang.
4. Setelah direbus, letakkan tahu di atas tisu dapur atau kain bersih agar permukaannya benar-benar kering. Langkah ini penting agar hasil gorengan lebih renyah dan tidak meledak saat digoreng.
5. Panaskan minyak banyak (deep frying) dengan api sedang. Goreng tahu hingga berwarna cokelat keemasan dan mengembang sedikit. Angkat dan tiriskan.
Tak perlu jauh-jauh ke Jawa Barat untuk menikmati Tahu Sumedang yang otentik. Dengan resep di atas, kamu bisa menyajikan tahu khas ini di rumah kapan pun kamu mau.
Camilan sederhana ini menyimpan rasa khas yang tak lekang oleh waktu. Garing di luar, lembut di dalam—dan selalu bikin pengin nambah lagi!
(*/naz)
Penulis: Indah Fitri Nugraheni/Politeknik Negeri Madiun