Jawa Pos Radar Madiun – Bagi kamu pecinta rasa pedas, cabe gendot bisa jadi teman baru yang wajib dicoba.
Cabai lokal yang tengah viral ini punya bentuk unik dan rasa yang super pedas, bahkan lebih ekstrem dari cabe rawit biasa.
Meski belum sepopuler jenis cabai lainnya, cabe gendot mulai dilirik banyak pencinta kuliner pedas dan pelaku UMKM karena karakteristiknya yang menonjol.
Apa Itu Cabe Gendot?
Cabe gendot adalah jenis cabai lokal yang bentuknya menyerupai cabai habanero dari Amerika Tengah.
Ketika matang, warnanya merah menyala dan bentuknya bulat menggembung seperti lonceng kecil.
Cabai ini banyak tumbuh di daerah dataran tinggi seperti Wonosobo, Dieng, dan sebagian wilayah di Jawa Barat.
Daya tarik utama cabe gendot bukan hanya bentuknya yang lucu, tapi juga rasa pedasnya yang luar biasa.
Dalam satu gigitan, rasa menggigitnya langsung terasa di lidah, menjadikannya favorit baru para pencinta pedas.
Kenapa Cabe Gendot Bisa Viral?
Ada beberapa alasan mengapa cabe gendot viral di media sosial dan dunia kuliner.
Pertama, tingkat kepedasannya mampu menyaingi bahkan melampaui cabe rawit, cocok untuk sambal setan, mie level, hingga kuliner pedas ekstrem lainnya.
Saat ditumis atau dijadikan sambal, aroma cabe ini langsung menggoda selera. Harumnya kuat dan khas.
Banyak pelaku UMKM mulai menggunakan cabe gendot untuk produk sambal kemasan, saus botol, hingga camilan spicy yang sedang tren.
Bentuknya yang gemuk dan lucu menarik perhatian di media sosial. Tak heran, banyak konten makanan viral menyertakan cabe ini dalam resep mereka.
Tips Mengolah Cabe Gendot
Meski menggoda, cabe gendot harus diolah dengan hati-hati.
Karena tingkat kepedasannya tinggi, cukup 1–2 buah untuk satu cobek sambal.
Kombinasikan dengan tomat, terasi, atau jeruk limo bisa mengurangi rasa pedas yang berlebihan.
Simpan di kulkas atau tempat sejuk agar cabe tidak cepat busuk.
(naz)
Editor : Mizan Ahsani