Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Ampo, Camilan dari Tanah Liat yang Masih Dikonsumsi di Jawa! 

Nanda Dwi Prasetyo • Kamis, 24 Juli 2025 | 02:09 WIB
Camilan Ampo dari tanah liat.
Camilan Ampo dari tanah liat.

Jawa Pos Radar Lawu – Jika Anda mengira semua camilan tradisional Indonesia berasal dari tepung, beras, atau umbi-umbian, bersiaplah terkejut.

Di sejumlah wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur, masih ada satu camilan legendaris yang tak biasa: Ampo, jajanan dari bahan utama tanah liat murni.

Meski terdengar ekstrem, Ampo bukan sekadar iseng kuliner, tetapi bagian dari tradisi geofagi atau kebiasaan makan tanah yang sudah berlangsung turun-temurun.

Apa Itu Ampo?

Ampo adalah camilan khas pedesaan yang terbuat dari tanah liat alami. Tanah ini diambil dari lokasi yang diyakini bersih dan aman, seperti sawah atau perbukitan.

Tanpa tambahan bumbu atau pengawet, tanah tersebut dibentuk memanjang seperti silinder kecil, lalu dipanggang di atas api hingga kering.

Rasanya hambar, tanpa rasa manis maupun asin, namun dipercaya memiliki manfaat seperti menetralisir racun, mengatasi masalah pencernaan, dan sebagai pengganti makanan saat masa paceklik.

Asal Usul dan Sejarah

Tradisi konsumsi Ampo paling dikenal di wilayah Tuban, Jawa Timur. Meski sulit dilacak asal-usul pastinya, kebiasaan makan tanah (geophagy) telah dikenal secara luas sejak zaman nenek moyang, bahkan di berbagai belahan dunia.

Di masyarakat Jawa, Ampo dahulu dianggap sebagai camilan dengan nilai spiritual dan kesehatan. Ada juga kepercayaan lokal yang menyebutkan tanah sebagai media penyeimbang energi tubuh.

Proses Pembuatan Ampo Tradisional

Pembuatan Ampo tidak menggunakan bahan tambahan kimia, sepenuhnya alami dan tradisional. Berikut tahapannya:

Pemilihan Tanah: Hanya tanah liat halus yang bebas batu dan kotoran yang digunakan.

Pengolahan: Tanah diuleni hingga lentur, kemudian dibentuk panjang kecil seperti lidi menggunakan alat bambu.

Pemanggangan: Tanah digulung lalu dibakar di atas tungku hingga mengeras dan kering.

Siap Dikonsumsi: Setelah dingin, Ampo langsung bisa dimakan tanpa bumbu tambahan.

Ampo di Era Modern

Walau terdengar aneh bagi sebagian generasi muda, Ampo masih dikonsumsi oleh sebagian masyarakat, terutama kalangan orang tua yang menganggapnya sebagai snack nostalgia.

Namun, popularitasnya semakin menurun seiring meningkatnya kesadaran akan standar kebersihan dan kesehatan pangan modern.

Ampo kini lebih sering dijumpai di festival budaya, dokumenter kuliner ekstrem, atau kajian antropologi sebagai simbol tradisi lokal yang unik.

Warisan Kuliner yang Unik

Ampo membuktikan bahwa warisan kuliner Indonesia sangat kaya dan beragam, bahkan dari bahan yang tak terduga.

Tanah yang biasanya diinjak justru dijadikan bahan pangan, mencerminkan kreativitas dan kearifan lokal masyarakat Jawa.

Bagi Anda yang penasaran dan ingin mencoba Ampo, sebaiknya pastikan bahwa tanah yang digunakan benar-benar bersih dan aman, atau konsultasikan terlebih dahulu dengan pelaku kuliner lokal yang masih melestarikan camilan ini. (kid)

 

Editor : Nur Wachid
#tanah liat #kuliner #jawa #camilan #ampo