Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Renyahnya Jerangking dan Gurihnya Lempeng: Ini Beda Camilan Beras yang Bikin Kangen Kampung Halaman

Eric Wibowo • Jumat, 25 Juli 2025 | 22:39 WIB
Ilustrasi perbedaan jerangking dan lempeng.
Ilustrasi perbedaan jerangking dan lempeng.

Jawa Pos Radar Madiun – Di tengah derasnya tren makanan kekinian, dua camilan ini masih bertahan,yakni jerangking dan lempeng.

Keduanya sama-sama berbahan dasar beras, namun menyimpan cerita berbeda dari segi rasa, tekstur, hingga cara pembuatan.

Jerangking yang gurih dan sangit dari ketan panggang, berseberangan dengan lempeng yang kaya bumbu dan fleksibel dalam penyajian.

Meski berasal dari dapur rakyat biasa, dua camilan ini menyimpan kearifan lokal yang tinggi.

Mereka bukan sekadar pengganjal perut saat sore, melainkan warisan rasa yang perlahan mulai terpinggirkan oleh jajanan pabrikan.

Jerangking

Jika pernah mencium aroma ketan terbakar dari tungku dapur nenek, bisa jadi itu berasal dari jerangking.

Camilan satu ini dibuat dari ketan kukus yang kemudian dijemur hingga kering. Proses akhirnya dilakukan di atas bara api, hingga menghasilkan lembaran renyah dengan cita rasa gurih dan aroma panggangan yang khas.

Berbeda dengan jerangking, lempeng dibuat dari beras biasa yang digiling dan dicampur dengan bumbu seperti bawang putih, garam, tepung kanji, hingga bleng.

Adonan tersebut kemudian dicetak pipih dan dijemur. Saat akan dikonsumsi, bisa digoreng atau dipanggang.

Lempeng menawarkan rasa gurih yang lebih kompleks, dengan tekstur yang bisa disesuaikan: dari yang renyah tipis hingga tebal empuk, tergantung selera.

Karena sifatnya yang fleksibel, lempeng hadir dalam banyak variasi di berbagai daerah, bahkan sering dipadukan dengan sambal atau lauk.

Warisan Rasa yang Patut Dilestarikan

Tak sekadar camilan, jerangking dan lempeng adalah bukti kreativitas masyarakat desa dalam mengolah hasil bumi menjadi sajian bernilai.

Di tengah gempuran camilan instan dan makanan cepat saji, keberadaan keduanya menjadi pengingat bahwa camilan tradisional pun bisa tetap eksis dan dicintai lintas generasi.

Kini, tantangan terbesar bukan lagi soal resep atau bahan, tapi pelestarian dan regenerasi.

Perlu ada upaya mengenalkan kembali jerangking dan lempeng kepada generasi muda—bukan sekadar sebagai makanan, tapi juga sebagai identitas budaya. (ebo/cor)

Editor : Andi Chorniawan
#beras #lempeng #camilan #perbedaan #jerangking