Jawa Pos Radar Madiun – Jika rendang adalah mahkota kuliner Minang, maka teh talua adalah rajanya minuman tradisional dari Sumatera Barat.
Minuman unik ini menggabungkan teh panas dengan kuning telur yang dikocok, menghasilkan cita rasa gurih, creamy, dan menghangatkan tubuh.
Tak hanya nikmat, teh talua juga menyimpan beragam manfaat bagi kesehatan.
Apa Itu Teh Talua?
Dalam bahasa Minang, “talua” berarti telur. Maka dari itu, teh talua secara harfiah adalah teh telur.
Kombinasi bahan yang digunakan memang tidak biasa: teh hitam kental, kuning telur ayam kampung atau bebek, gula pasir, dan kadang ditambah susu kental manis serta perasan jeruk nipis.
Hasilnya adalah minuman dengan tekstur lembut dan rasa manis gurih yang khas. Meski terdengar aneh bagi sebagian orang, teh talua sudah lama jadi andalan warga Minang untuk menambah stamina.
Komposisi Teh Talua yang Unik
Bahan-bahan umum yang digunakan dalam secangkir teh talua:
1 kuning telur ayam kampung atau bebek
1–2 sendok teh gula pasir
150 ml teh hitam seduh kental
1 sendok makan susu kental manis (opsional)
1/2 sendok teh perasan jeruk nipis (untuk menghilangkan amis)
Cara Membuat Teh Talua Khas Minang
1. Kocok kuning telur dan gula hingga mengembang dan berbusa. Proses ini penting agar tekstur creamy terbentuk.
2. Tuangkan teh panas secara perlahan ke dalam campuran telur sambil terus diaduk agar tidak menggumpal.
3. Tambahkan susu kental manis jika ingin rasa lebih kaya.
4. Terakhir, masukkan sedikit perasan jeruk nipis untuk aroma segar dan mengurangi amis.
5. Sajikan hangat dalam gelas kaca. Nikmati!
Khasiat Teh Talua: Bukan Sekadar Teh Biasa
Teh talua bukan hanya enak, tapi juga menyehatkan, antara lain:
Meningkatkan stamina: Kombinasi kafein dan protein cocok untuk memulai hari atau memulihkan tenaga.
Sumber protein alami: Telur memberikan asupan vitamin A, D, dan zat besi.
Menghangatkan tubuh: Ideal saat cuaca dingin atau hujan.
Meredakan stres: Rasanya yang gurih dan hangat bisa menenangkan pikiran.
Di Mana Bisa Menemukan Teh Talua?
Minuman ini mudah ditemui di warung kopi tradisional, rumah makan Padang, hingga kedai-kedai Minang modern.
Bahkan beberapa tempat menyajikannya dengan inovasi seperti teh talua pandan, teh talua madu, atau versi dingin untuk musim panas. (ebo/cor)
Editor : Andi Chorniawan