Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Kamu Berani Coba? Inilah 10 Hewan Paling Enak yang Jarang Dikonsumsi

Ardia Dimas • Sabtu, 2 Agustus 2025 | 02:03 WIB

 

Capung salah satu hewan yang jarang dikonsumsi.
Capung salah satu hewan yang jarang dikonsumsi.

Jawa Pos Radar Madiun – Tak semua makanan lezat berasal dari dapur mewah atau bahan-bahan mahal.

Beberapa hewan yang sering kita abaikan, bahkan dianggap aneh, ternyata menyimpan cita rasa luar biasa dan manfaat gizi tinggi.

Namun, karena faktor budaya, akses, atau persepsi, hewan-hewan ini jarang disentuh sebagai santapan harian.

Berikut daftar 10 hewan yang jarang dikonsumsi tapi ternyata enak dan mengandung banyak nutrisi.

1. Kelinci

Di beberapa wilayah Eropa, daging kelinci adalah bahan masakan yang umum. Teksturnya lembut seperti ayam, namun lebih rendah kolesterol dan tinggi protein.

Di Indonesia, kelinci masih dianggap hewan peliharaan, meski mulai muncul sebagai menu di beberapa restoran.

2. Burung Puyuh Liar

Berbeda dari puyuh petelur, puyuh liar memiliki daging yang lebih padat dan gurih. Biasanya diburu secara musiman dan diolah dengan cara dipanggang atau ditumis pedas. Karena ketersediaannya yang terbatas, hidangan ini tergolong langka dan eksklusif.

3. Katak Hijau (Kodok Sawah)

Sering dijumpai di dapur-dapur Asia Tenggara, kodok sawah punya rasa mirip ayam namun lebih kenyal dan juicy. Olahan populer termasuk rica-rica, goreng tepung, dan semur. Katak jenis ini bukan hanya aman dikonsumsi, tapi juga jadi menu favorit banyak orang.

4. Ulat Sagu

Di Papua dan sebagian Kalimantan, ulat sagu menjadi camilan khas. Teksturnya creamy dan kaya lemak baik serta protein. Meski terlihat ekstrem, banyak wisatawan yang tertarik mencobanya, terutama versi panggangnya. 

5. Capung

Di beberapa desa di Bali dan Lombok, capung ditangkap, dibersihkan, lalu digoreng garing. Hasilnya? Camilan renyah dengan rasa seperti udang kecil, cocok disantap dengan sambal atau garam cabai.

6. Ikan Gabus Laut

Berbeda dari gabus air tawar yang umum dikonsumsi, ikan gabus laut punya daging tebal, rasa gurih, dan kaya omega-3.

Karena sulit ditemukan di pasaran, ikan ini sering luput dari perhatian pencinta kuliner laut.

7. Tikus Hutan

Tikus hutan bukan pemakan sampah seperti tikus rumah. Di daerah pedalaman, daging tikus hutan dianggap bersih dan kaya protein. Biasanya dibakar atau dimasak rica-rica seperti ayam kampung. Rasanya? Ternyata cukup lezat dan aromatik.

8. Belalang

Belalang goreng menjadi camilan tinggi protein dan rendah lemak di Afrika, Thailand, serta Gunung Kidul, Yogyakarta. Disajikan renyah dengan bumbu sederhana, camilan ini memberikan sensasi kriuk unik dan gurih.

9. Kuda Laut

Meski tidak umum dikonsumsi, kuda laut kering kadang digunakan dalam pengobatan tradisional dan campuran sup di beberapa budaya. Tapi konsumsi kuda laut harus sangat hati-hati karena termasuk hewan yang dilindungi di banyak negara.

10. Siput Air Tawar

Di pedesaan, siput air tawar sering direbus dan disajikan bersama sambal atau kuah santan. Rasanya kenyal dan gurih, cocok dimakan hangat dengan nasi. Berbeda dari bekicot, siput ini lebih mudah diolah dan tidak berlendir. (cor)

 

Editor : Andi Chorniawan
#kelinci #jarang dikonsumsi #hewan #ulat sagu #Capung