Jawa Pos Radar Madiun - Kerupuk bukan sekadar camilan atau pelengkap makan bagi orang Indonesia.
Makanan renyah ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya kuliner nusantara.
Tak heran jika banyak orang mengaku tidak bisa makan tanpa kerupuk. Bahkan nasi dan sambal saja bisa terasa nikmat dengan kerupuk di sampingnya.
Sejarah Kerupuk di Indonesia
Nama "kerupuk" atau "krupuk" diyakini berasal dari suara 'kriuk' saat disantap. Jejak kerupuk di Indonesia sudah ada sejak sebelum abad ke-10 Masehi.
Salah satu kerupuk tertua adalah rambak, yang terbuat dari kulit sapi atau kerbau dan sempat menjadi simbol status sosial saat zaman Hindia Belanda.
Warga pribumi lebih banyak mengonsumsi kerupuk aci berbahan dasar singkong karena stoknya melimpah kala itu.
Kerupuk juga dikenal di negara Asia Tenggara lain seperti Malaysia dan Filipina.
Namun, Indonesia menonjol karena memiliki ragam jenis dan daerah pesisir yang menjadi sentra produksinya.
1. Kerupuk Udang
Jenis kerupuk paling umum di Indonesia. Dibuat dari udang, tepung tapioka, dan air, kerupuk udang biasanya dijemur terlebih dahulu sebelum digoreng atau dipanggang.
Rasanya gurih dan cocok dengan hampir semua hidangan Indonesia.
2. Emping
Kerupuk dari biji melinjo ini punya rasa sedikit pahit yang khas. Sering dijadikan pelengkap soto, sop buntut, lontong sayur, atau nasi kuning.
Menariknya, emping juga digemari hingga ke Belanda dan Amerika Serikat.
3. Kerupuk Bawang
Terbuat dari campuran tepung tapioka dan bawang putih, kerupuk ini punya rasa gurih dan aroma kuat.
Umumnya berwarna-warni dan sering disajikan bersama gado-gado, nasi kuning, hingga karedok.
4. Kerupuk Kulit (Rambak)
Dikenal juga sebagai karupuak jangek di Minang, kerupuk ini dibuat dari kulit sapi atau kerbau. Kerupuk kulit punya rasa gurih dan tekstur renyah.
Beberapa daerah non-muslim juga membuat versi dari kulit babi.
5. Kerupuk Ikan
Menggunakan ikan sebagai bahan utama, jenis ini populer terutama di Kalimantan dan Sumatera.
Variannya termasuk amplang (Kalimantan) dan kemplang (Sumatera Selatan), yang biasanya disantap dengan sambal khas.
6. Kerupuk Mie
Terbuat dari adonan mirip mie yang digoreng, kerupuk mie cocok dijadikan pelengkap acar atau asinan. Kerupuk ini mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional, terutama di Jakarta.
7. Kerupuk Gendar
Terbuat dari nasi tumbuk yang dicampur rempah-rempah dan tepung tapioka, lalu dijemur dan digoreng. Gendar punya tekstur padat dan cocok disantap sore hari sebagai camilan.
8. Kerupuk Pasir
Disebut juga kerupuk melarat, karena digoreng menggunakan pasir panas, bukan minyak.
Kerupuk ini populer di Cirebon dan dikenal sebagai makanan rakyat karena lahir dari keterbatasan ekonomi.
9. Kerupuk Putih
Kerupuk klasik yang sering dijumpai di kaleng biru di warung makan.
Dikenal juga sebagai kerupuk blek atau kerupuk kampung, berbahan tepung tapioka dan bawang bombay, renyah dan gurih.
10. Rengginang
Terbuat dari beras ketan yang dibumbui, dijemur, dan digoreng.
Rengginang memiliki butiran nasi yang masih terlihat dan bisa dibuat dari nasi sisa. Rengginang manis atau asin sama-sama digemari.
Kerupuk bukan hanya soal rasa, tapi juga bagian dari identitas budaya makan orang Indonesia.
Dari kelas warung hingga restoran bintang lima, kerupuk selalu punya tempat tersendiri di meja makan. (eln/naz)
Editor : Mizan Ahsani