Jawa Pos Radar Madiun - Tempoyak adalah makanan khas daerah yang dibuat dari fermentasi daging buah durian.
Rasanya yang asam dan aroma khasnya menjadikan tempoyak sangat unik, terutama bagi pecinta kuliner tradisional.
Makanan ini populer di berbagai daerah di Sumatera, seperti Lampung, Palembang, Jambi, dan Bengkulu, bahkan menjadi bumbu masakan sehari-hari.
Selain cita rasanya yang khas, tempoyak juga menyimpan nilai budaya dan tradisi turun-temurun. Proses fermentasinya dilakukan secara alami, sehingga menghasilkan rasa yang autentik dan tidak bisa ditemukan pada makanan modern.
Bahan-Bahan Tempoyak
500 gram daging buah durian matang (pisahkan dari bijinya)
2 sdm garam
1 sdt gula pasir (opsional, untuk menyeimbangkan rasa)
Cara Membuat Tempoyak
1. Persiapan Buah Durian
Pisahkan daging durian dari bijinya. Gunakan durian matang yang manis untuk hasil fermentasi terbaik.
2. Proses Pencampuran
Masukkan daging durian ke wadah bersih, tambahkan garam dan gula. Aduk hingga tercampur merata.
3. Fermentasi
Simpan adonan dalam wadah tertutup rapat. Letakkan di suhu ruang selama 2–5 hari untuk proses fermentasi. Semakin lama difermentasi, rasa asam akan semakin kuat.
4. Penyimpanan
Setelah proses fermentasi selesai, tempoyak bisa disimpan di lemari es agar tahan lebih lama.
Cara Menikmati Tempoyak
Tempoyak dapat diolah menjadi berbagai hidangan khas, seperti:
Tempoyak Patin – ikan patin dimasak dengan bumbu rempah dan tempoyak, menghasilkan kuah gurih-asam yang menggoda.
Sambal Tempoyak – campuran cabai, bawang, dan tempoyak yang pedas serta harum.
Tumis Tempoyak – sayuran atau udang ditumis bersama tempoyak untuk cita rasa unik.
Resep tempoyak khas daerah ini bukan hanya sekadar makanan, tapi juga warisan kuliner Nusantara yang patut dilestarikan.
Cita rasa asam segar hasil fermentasi durian membuatnya cocok dipadukan dengan berbagai bahan makanan. Jika Anda pencinta kuliner unik, mencoba tempoyak adalah pengalaman yang wajib dicoba.
(*/naz)
Penulis: Indah Fitri Nugraheni/Politeknik Negeri Madiun