Jawa Pos Radar Madiun - Ampiang Dadiah adalah makanan tradisional khas Minangkabau yang memadukan dadiah susu kerbau yang difermentasi alami dengan ampiang, yaitu beras ketan yang disangrai dan dipipihkan.
Hidangan ini memiliki rasa gurih, asam segar, dan sedikit manis, menjadikannya sajian penutup yang unik sekaligus menyehatkan.
Dadiah difermentasi di dalam tabung bambu yang dibungkus daun pisang, memberikan aroma khas yang tidak bisa didapat dari fermentasi modern.
Selain lezat, Ampiang Dadiah juga mengandung manfaat gizi tinggi. Dadiah kaya akan probiotik alami yang baik untuk pencernaan, sedangkan ampiang memberikan energi dari karbohidrat yang mudah dicerna.
Bahan-Bahan Ampiang Dadiah
200 gram ampiang ketan (beras ketan sangrai)
200 ml dadiah segar (susu kerbau fermentasi)
100 ml santan kental, dimasak dan didinginkan
100 gram gula merah, disisir halus
Daun pandan secukupnya (untuk merebus santan)
Garam secukupnya
Cara Membuat Ampiang Dadiah
1. Menyiapkan Dadiah
Jika belum memiliki dadiah, fermentasikan susu kerbau segar dalam wadah bambu (tabung talang) yang ditutup daun pisang selama 1–2 hari di suhu ruang.
2. Merebus Santan
Masak santan bersama daun pandan dan sedikit garam hingga mendidih. Dinginkan sebelum digunakan agar tidak merusak tekstur dadiah.
3. Penyajian Ampiang Dadiah
Siapkan mangkuk saji. Masukkan ampiang ketan, tuang dadiah di atasnya. Siram dengan santan matang dan taburi gula merah sisir. Aduk perlahan sebelum dinikmati.
Tips Sukses Membuat Ampiang Dadiah
Gunakan dadiah segar untuk rasa yang lebih autentik.
Jika sulit menemukan susu kerbau, bisa menggunakan susu sapi, namun rasa akan sedikit berbeda.
Pastikan santan benar-benar dingin sebelum dicampur, agar dadiah tidak pecah.
Selain menjadi kuliner unik, Ampiang Dadiah adalah warisan budaya kuliner Minangkabau yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu.
(*/naz)
Penulis: Indah Fitri Nugraheni/Politeknik Negeri Madiun