Jawa Pos Radar Madiun – Nasi Jinggo merupakan salah satu kuliner tradisional Bali yang populer di kalangan wisatawan maupun warga lokal.
Makanan ini sekilas mirip dengan nasi kucing dari Jawa, karena porsinya kecil dan dibungkus dengan daun pisang.
Isinya terdiri dari satu kepal nasi putih, ayam suwir berbumbu pelalah, mie goreng, tempe, serundeng, serta sambal pedas yang menggugah selera.
Hidangan ini mudah ditemukan di pinggir jalan Bali dengan harga terjangkau. Filosofinya murah meriah tapi bikin kenyang.
Tak heran jika Nasi Jinggo kerap dijadikan pilihan hemat untuk wisatawan yang ingin merasakan cita rasa Bali tanpa perlu merogoh kocek dalam-dalam.
Bahan Serundeng
200 gr kelapa parut kasar
1 1/2 sdt garam
1/2 sdt gula pasir
Bumbu Halus Serundeng:
5 butir bawang merah, 3 siung bawang putih, 3 buah cabai merah keriting.
Bahan Mie Goreng
100 gr mie keriting kuning
2 siung bawang putih
3 siung bawang merah
Garam, gula, dan merica secukupnya
Bahan Ayam Pelalah
1/2 kg ayam potong
2 lembar daun salam, 2 batang serai
10 butir bawang merah, 3 siung bawang putih
1 ruas kencur, 2 cm lengkuas bakar, 1 cm kunyit bakar
2 butir kemiri sangrai, 2 buah cabai merah besar, 5 cabai merah keriting
2 sdt garam, 1 sdt gula pasir
Bahan Sambal
3 cabai merah besar, 4 cabai merah keriting
6 butir bawang merah, 3 siung bawang putih
2 buah tomat, 1 ruas terasi bakar
Garam, gula, dan 1 sdt air jeruk limau
Cara Membuat Nasi Jinggo Bali
1. Buat Serundeng
Haluskan bumbu, tumis hingga harum. Masukkan kelapa parut, aduk terus hingga kering dan gurih.
2. Masak Ayam Pelalah
Haluskan bumbu, lumuri ayam lalu ungkep dengan daun salam dan serai selama 30 menit. Setelah matang, suwir daging ayam.
3. Siapkan Mie Goreng
Rebus mie hingga setengah matang, tumis bersama bumbu halus hingga wangi, beri garam, gula, dan merica.
4. Buat Sambal
Haluskan semua bahan, tumis hingga matang, tambahkan perasan jeruk limau untuk rasa segar.
5. Sajikan nasi putih hangat dengan ayam pelalah, serundeng, mie goreng, dan sambal pedas. Bungkus dengan daun pisang agar aroma lebih khas. (eln/naz)
Editor : Mizan Ahsani