Jawa Pos Radar Madiun – Bicara tentang kuliner Bali, nama sate lilit selalu masuk daftar utama.
Hidangan tradisional ini bukan hanya populer di kalangan wisatawan, tetapi juga menjadi makanan sehari-hari masyarakat Bali.
Berbeda dengan sate pada umumnya, sate lilit dibuat dengan cara melilitkan adonan daging cincang berbumbu ke batang serai atau bambu.
Ciri khasnya terletak pada adonan yang biasanya menggunakan ikan tengiri, meski kini banyak variasi seperti ayam atau campuran udang.
Aroma wangi dari serai dan rempah Bali membuat sate lilit terasa lebih gurih, lembut, dan harum ketika dipanggang.
Tak heran, hampir semua warung makan hingga restoran di Pulau Dewata selalu menyediakan menu ini.
Bahan-Bahan
350 gram daging ayam, giling halus
150 gram udang, giling
1 sdm santan kental
1,5 sdm kelapa muda parut
1 sdt garam
1 sdt gula
15–20 batang serai untuk tusukan
Bumbu Halus
1 batang serai, ambil bagian putihnya
3 siung bawang putih
8 siung bawang merah
5 cabai keriting
3 cm kunyit, bakar
1 cm jahe
3 butir kemiri, sangrai
1/4 sdt ketumbar, sangrai
1/2 sdt terasi, bakar
3 lembar daun jeruk
Cara Membuat
Haluskan semua bumbu, lalu tumis hingga harum.
Tambahkan gula dan garam, aduk hingga matang, angkat.
Campurkan ayam, udang giling, santan, dan kelapa parut dalam wadah. Masukkan bumbu halus yang sudah ditumis. Aduk rata.
Ambil 1 sendok makan adonan, lilitkan pada batang serai atau tusukan bambu.
Panggang di atas pan atau bara api, bolak-balik hingga matang dan harum.
Sajikan sate lilit bersama nasi putih hangat dan sambal matah khas Bali.
Sate lilit bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari identitas kuliner Bali.
Setiap gigitan menghadirkan perpaduan rasa gurih, pedas, dan segar dari rempah-rempah yang membuatnya selalu dirindukan wisatawan.
Tak lengkap rasanya berkunjung ke Bali tanpa mencicipi sate lilit yang menggugah selera ini. (eln/naz)
Editor : Mizan Ahsani