Jawa Pos Radar Madiun - Tepung merupakan bahan dasar penting dalam berbagai resep, mulai dari kue, roti, hingga gorengan.
Namun, masalah umum yang sering muncul adalah tepung cepat berkutu, terutama jika disimpan di tempat yang lembap.
Kutu tepung bisa berkembang dari telur serangga mikroskopis yang terbawa sejak proses produksi atau penyimpanan di toko.
Untungnya, ada beberapa cara sederhana agar tepung tetap segar, kering, dan bebas hama meski di rumah lembap.
1. Simpan di Wadah Kedap Udara
Langkah pertama dan paling penting adalah memindahkan tepung dari kemasan aslinya ke wadah kedap udara.
Gunakan toples kaca, plastik, atau stainless steel yang tertutup rapat. Ini mencegah udara lembap masuk dan menghambat pertumbuhan kutu.
2. Simpan di Kulkas atau Freezer
Jika rumah Anda cenderung lembap, tepung sebaiknya disimpan di dalam kulkas atau freezer.
Di kulkas, tepung bisa bertahan 6 sampai 8 bulan. Jika di freezer, bisa awet hingga 1 tahun tanpa mengubah teksturnya.
Pastikan tepung dimasukkan ke wadah tertutup agar tidak menyerap aroma dari makanan lain.
3. Tambahkan Daun Salam atau Kayu Manis
Bahan alami seperti daun salam, cengkih, atau kayu manis bisa membantu mengusir serangga.
Letakkan selembar daun atau batang kecil di dalam wadah penyimpanan tepung. Selain bebas kutu, tepung juga akan memiliki aroma yang lebih segar.
4. Keringkan Tepung Sebelum Disimpan
Jika tepung terasa agak lembap setelah dibeli, sangrai sebentar di wajan tanpa minyak selama 3-5 menit dengan api kecil.
Biarkan dingin, lalu simpan dalam wadah kedap udara. Teknik ini juga membantu memperpanjang umur simpan tepung.
5. Gunakan Garam sebagai Penyerap Lembap
Letakkan satu sendok garam dalam kain kecil atau kantong teh bekas yang bersih di dalam toples tepung.
Garam berfungsi sebagai penyerap kelembapan alami sehingga tepung tidak mudah menggumpal dan berkutu.
6. Terapkan Sistem FIFO (First In, First Out)
Gunakan tepung yang lebih lama disimpan terlebih dahulu sebelum membuka stok baru. Dengan begitu, Anda bisa menghindari tepung lama menumpuk dan menjadi sarang kutu. (naz)
Editor : Mizan Ahsani