Jawa Pos Radar Madiun – Aroma manis langsung menyeruak begitu melintas di kawasan Kotabaru, Yogyakarta.
Tepatnya di Jalan Abu Bakar Ali Nomor 2, berdiri kedai sederhana yang tak pernah sepi pembeli: Pukis Ko Yung Kotabaru.
Meski tampil sederhana, jajanan tradisional ini menjadi ikon kuliner lawas Jogja yang tetap digemari lintas generasi.
Pukis Ko Yung dikenal setia mempertahankan cara pembuatan klasik sejak puluhan tahun lalu.
Adonan berbahan tepung terigu, telur, gula, dan santan dipanggang di atas cetakan besi tua, menciptakan aroma harum khas yang sulit ditolak.
Setiap potongan pukis empuk di bagian dalam, renyah di tepiannya, dan berwarna kuning kecokelatan yang menggoda.
Saat baru diangkat dari cetakan, wangi mentega dan gula menyebar di udara, menarik perhatian siapa pun yang lewat.
Kedai ini menawarkan berbagai varian rasa — mulai dari klasik original hingga cokelat, keju, dan kacang. Namun, pukis original tetap jadi primadona, karena cita rasanya otentik dan tidak terlalu manis.
Cita Rasa Nostalgia di Jantung Kota Tua
Kelezatan Pukis Ko Yung tak lepas dari lokasinya di kawasan Kotabaru, area bersejarah yang masih menyimpan deretan bangunan kolonial bergaya Eropa.
Perpaduan aroma jajanan tradisional dan suasana kota tua menghadirkan nuansa nostalgia yang sulit dilupakan.
Menjelang sore hingga malam, antrean pembeli mulai terlihat di depan kedai kecil ini.
Banyak yang rela menunggu pukis matang langsung dari cetakan, karena sensasi menikmati pukis hangat dengan pinggiran garing menjadi pengalaman khas tersendiri.
Rahasia Konsistensi dan Daya Tahan Rasa
Selama bertahun-tahun, kedai ini tetap menjaga kualitas dan konsistensi rasa. Rahasianya terletak pada keseimbangan bahan, suhu pemanggangan, dan teknik tradisional yang diwariskan turun-temurun.
Meski banyak muncul varian modern di kota pelajar ini, Pukis Ko Yung tetap menjadi rujukan utama bagi pecinta jajanan klasik.
Teksturnya lembut, aromanya menggoda, dan setiap gigitan menghadirkan rasa hangat yang membangkitkan kenangan masa kecil.
Kedai ini mudah dijangkau dari kawasan Malioboro maupun Stasiun Tugu Yogyakarta. Tak heran, Pukis Ko Yung sering menjadi persinggahan wisatawan yang baru datang atau hendak pulang.
Alamat: Jalan Abu Bakar Ali No. 2, Kotabaru, Yogyakarta
Jam buka: 10.00–21.00 WIB
Harga: Rp3.000–Rp5.000 per potong
Sore menjelang malam menjadi waktu terbaik untuk berkunjung. Aroma pukis yang baru matang berpadu dengan semilir angin kota lama menciptakan suasana hangat dan menenangkan.
Warisan Kuliner yang Terus Hidup
Lebih dari sekadar jajanan pasar, Pukis Ko Yung adalah bagian dari identitas kuliner Yogyakarta.
Di tengah menjamurnya kafe modern, kedai ini membuktikan bahwa kesederhanaan rasa tradisional tetap punya tempat di hati masyarakat.
Dari cetakan besi tua dan resep turun-temurun, lahirlah sepotong kebahagiaan yang terus hidup di jantung kota budaya — manis, hangat, dan penuh cerita.
Editor : Ockta Prana Lagawira