Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Rahasia Lezat Sate Klatak Pak Pong Bantul, Tusukan Jeruji Besi yang Bikin Empuk!

Archi • Selasa, 11 November 2025 | 04:32 WIB
Sate Klatak Pak Pong di Bantul,  terkenal dengan tusukan jeruji besi dan cita rasa kambing muda yang empuk serta gurih alami.
Sate Klatak Pak Pong di Bantul, terkenal dengan tusukan jeruji besi dan cita rasa kambing muda yang empuk serta gurih alami.

Jawa Pos Radar Madiun – Di antara deretan kuliner legendaris khas Yogyakarta, Sate Klatak Pak Pong menempati posisi istimewa.

Berlokasi di kawasan Jejeran, Kecamatan Pleret, Bantul, warung sederhana ini menjadi magnet bagi pecinta kuliner dari berbagai daerah.

Antrean panjang setiap hari menjadi pemandangan biasa, dari warga lokal hingga turis mancanegara yang penasaran dengan sate khas Jogja ini.

Asal Nama dan Keunikan Tusukan Jeruji Besi

Nama “klatak” diambil dari suara khas klatak-klatak yang terdengar saat potongan daging kambing dibakar di atas bara api.

Namun, keunikan sejatinya terletak pada penggunaan jeruji besi sepeda sebagai tusukan sate.

Berbeda dari tusukan bambu, logam ini mampu menghantarkan panas secara merata sehingga daging matang sempurna hingga ke bagian dalam.

Hasilnya, daging terasa empuk, juicy, dan beraroma kuat tanpa perlu banyak bumbu.

Sederhana tapi Menggugah Selera

Rahasia cita rasa Sate Klatak Pak Pong terletak pada kesederhanaan bumbunya.

Daging kambing muda hanya dibumbui garam dan sedikit merica, lalu dibakar di atas bara arang. Tidak ada bumbu kacang atau kecap manis.

Meski sederhana, cita rasanya gurih alami dan menonjolkan kualitas bahan.
Hidangan ini semakin lengkap dengan kuah gulai kental berwarna kuning yang disajikan dalam mangkuk kecil.

Kuah tersebut memberi sensasi gurih dan sedikit pedas yang memperkaya setiap suapan.

Ramai dari Siang hingga Larut Malam

Warung Sate Klatak Pak Pong buka sejak siang hingga malam. Saat jam makan tiba, aroma panggangan memenuhi udara. Suasana warung ramai, namun tetap terasa akrab dan hangat.

Selain sate klatak, warung ini juga menyajikan tongseng, tengkleng, gulai, dan nasi goreng kambing, tetapi sate klatak tetap menjadi primadona.

Menjaga Tradisi dari Generasi ke Generasi

Selama puluhan tahun, Sate Klatak Pak Pong dikelola turun-temurun dengan resep dan teknik asli yang dijaga ketat. Konsistensi rasa dan cara penyajian menjadi daya tarik yang membuat pelanggan selalu kembali.

Bagi banyak orang, menyantap sate ini bukan hanya urusan rasa, tetapi juga nostalgia akan kuliner Jogja tempo dulu.

Lokasi dan Harga

• Alamat: Jalan Imogiri Timur KM 10, Jejeran, Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta
• Jam buka: 10.00–23.00 WIB
• Harga: Mulai Rp30.000-an per porsi

Suasana malam di warung ini menjadi waktu terbaik untuk menikmati sate klatak. Udara Bantul yang sejuk, aroma daging panggang, dan bara api yang berkilau menciptakan pengalaman makan yang sulit dilupakan.

Aroma Tradisi yang Tak Pernah Padam

Lebih dari sekadar kuliner, Sate Klatak Pak Pong adalah wujud keteguhan dalam menjaga tradisi.

Bara api yang tak pernah padam setiap hari menjadi simbol semangat mempertahankan cita rasa asli Jogja.

Dari sebuah warung sederhana di pinggir jalan, sate klatak kini menjelma menjadi ikon kuliner Yogyakarta yang terus menggoda selera lintas generasi.

Editor : Ockta Prana Lagawira
#bantul #yogyakarta #sate klatak bantul #Sate Klatak Pak Pong #tes literasi numerasi #kuliner Jogja #wisata kuliner Jogja #sate klatak jejeran #sate kambing jogja