Jawa Pos Radar Madiun – Jika berbicara tentang kuliner khas Malang, sebagian besar orang langsung teringat bakso.
Namun, Malang juga memiliki sajian tradisional yang tak kalah legendaris, yakni orem-orem.
Kuliner satu ini sudah ada sejak lama dan menjadi menu favorit warga lokal, terutama untuk sarapan dan makan siang.
Sejarah dan Asal-Usul Orem-Orem
Orem-orem dipercaya berasal dari tradisi kuliner masyarakat Malang yang memanfaatkan bahan sederhana seperti tempe dan santan.
Hidangan ini berkembang sebagai makanan rumahan yang kemudian populer di warung-warung makan tradisional.
Nama “orem-orem” sendiri konon merujuk pada potongan tempe yang diaduk dan dimasak bersama kuah santan berbumbu.
Bahan dan Cara Penyajian
Orem-orem berbahan dasar tempe yang digoreng lebih dulu, kemudian dimasak kembali dalam kuah santan berbumbu rempah seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, dan daun salam.
Hidangan ini biasanya disajikan dengan:
Ketupat atau lontong
Ayam suwir berbumbu
Tauge segar
Taburan bawang goreng
Kuahnya cenderung kental dengan rasa gurih yang dominan, namun tetap ringan di lidah.
Cita Rasa yang Khas dan Mengenyangkan
Perpaduan tempe goreng yang padat dengan kuah santan hangat menciptakan tekstur unik. Rasa gurihnya terasa dalam, namun tidak berlebihan.
Karena berbahan dasar tempe dan ketupat, orem-orem cukup mengenyangkan meski harganya relatif terjangkau.
Masih Eksis hingga Kini
Di Malang, orem-orem masih mudah ditemukan di sejumlah warung legendaris. Salah satu yang cukup dikenal adalah Orem-Orem Arema yang sering menjadi jujugan warga lokal.
Kuliner ini juga banyak diburu mahasiswa karena porsinya pas dan harganya ramah di kantong.
Orem-orem menjadi bukti bahwa kuliner sederhana bisa memiliki cita rasa istimewa.
Jika Anda berkunjung ke Malang dan ingin merasakan makanan khas yang autentik, seporsi orem-orem hangat layak masuk daftar incaran. (*)
* Muhammad Almaz Firza Sasongko, mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura.
Editor : Mizan Ahsani