Perpaduan tekstur kenyal dari ubi dan siraman santan yang gurih menjadi primadona di setiap meja makan masyarakat Madiun saat azan magrib berkumandang.
Melalui kolaborasi di kanal YouTube Willgoz Kitchen, juara MasterChef Indonesia Season 4, Luvita Ho, membagikan rahasia membuat Kolak Candil Ubi yang sempurna.
Menu ini menonjolkan keseimbangan antara manisnya gula jawa dan rasa gurih yang kuat dari topping santannya.
Rahasia Tekstur Kenyal dan Kalis
Kunci utama biji salak yang nikmat terletak pada adonan ubi. Luvita menggunakan ubi cilembu yang telah dikukus dan dihaluskan, lalu dicampur dengan tepung sagu, gula halus, serta sedikit garam.
"Ini sudah kecampur, sudah licin, enggak lengket juga, halus juga," ujar Luvita saat menjelaskan kondisi adonan yang ideal. Adonan tersebut kemudian dibentuk sesuai selera, namun perlu diingat bahwa biji salak cenderung akan sedikit mengembang saat direbus.
Tips Kuah Santan Gurih Anti Pecah
Seringkali, masalah utama dalam membuat kolak adalah kuah santan yang pecah sehingga tampilannya tidak menarik. Luvita Ho menekankan penggunaan api kecil dan pengadukan yang konsisten.
"Harus diaduk sampai dia mulai mendidih kita matiin biar dia matang aja. Kalau dia over, yang ada dia bakalan pecah," pesannya dalam video tersebut. Penambahan garam pada santan bertujuan untuk menciptakan balance atau penyeimbang rasa manis dari kuah gula jawa.
Panduan Resep Praktis (Porsi Keluarga)
Bagi Anda yang ingin mencoba di rumah, berikut takaran bahan untuk porsi satu keluarga:
Bahan Biji Salak: 270 gr ubi cilembu halus, 90 gr tepung sagu, 3 sdt gula halus, dan 2 jumput garam.
Kuah Gula Merah: 300 gr gula jawa (cincang), 1250 ml air, 5 lembar daun pandan, dan larutan sagu sebagai pengental.
Kuah Santan: 150 gr santan instan, 75 ml air, 1/2 sdt garam, dan daun pandan.
Langkah Pengolahan
1. Biji Salak: Campur ubi halus, sagu, gula halus, dan garam hingga kalis (tidak lengket). Gulung memanjang dan potong-potong / bentuk bulat sesuai selera.
2. Kuah Santan: Rebus santan, air, garam, dan pandan dengan api kecil sambil terus diaduk. Matikan saat baru mulai mendidih agar santan tidak pecah.
3. Kuah Gula: Rebus air, gula jawa cincang, dan pandan hingga gula larut.
4. Rebus Candil: Masukkan adonan biji salak ke dalam air rebusan yang terpisah hingga mengapung (tanda sudah matang).
5. Campurkan biji salak matang ke kuah gula merah, lalu kentalkan dengan larutan sagu. Sajikan dengan siraman kuah santan gurih di atasnya.
Cara Penyajian Terbaik
Meskipun nikmat disantap hangat, Luvita menyarankan untuk mencoba menyajikannya dalam keadaan dingin. Tekstur kenyal yang berpadu dengan santan dingin memberikan sensasi kesegaran ganda saat berbuka puasa.
Dengan langkah-langkah yang praktis ini, Anda tidak perlu lagi bingung menyiapkan menu takjil spesial. Selamat mencoba dan semoga menjadi menu favorit baru bagi keluarga! (*)
*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura.
Editor : Mizan Ahsani