Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Cara Bikin Mi Instan Lebih Sehat Menurut Ahli Gizi, Kurangi Bumbu dan Tambah Sayur agar Tak Kebanyakan Garam

Rimba Febriani • Selasa, 24 Februari 2026 | 16:51 WIB

Mi instan
Mi instan

Jawa Pos Radar Madiun – Mi instan memang jadi penyelamat saat lapar melanda dan waktu terbatas.

Rasanya gurih, cara membuatnya praktis, dan harganya ramah di kantong.

Namun di balik kepraktisannya, kandungan natrium yang tinggi membuat mi instan tidak dianjurkan dikonsumsi terlalu sering.

Kabar baiknya, ada cara sederhana untuk membuat mi instan lebih sehat tanpa harus kehilangan cita rasanya.

Ahli gizi dan anggota Asosiasi Dietisien Indonesia, Diah Maunah, menjelaskan bahwa mi instan kuah bisa dimodifikasi agar lebih ramah bagi tubuh.

“Modifikasi penggunaan bumbu untuk menurunkan kandungan natrium, dengan cara penggunaan bumbu dapur untuk mengurangi penggunaan bumbu bubuk mi instan,” kata Diah.

Kurangi Bumbu, Ganti dengan Rempah Alami

Bumbu bubuk pada mi instan menjadi penyumbang utama tingginya natrium. Karena itu, penggunaannya sebaiknya dikurangi.

Sebagai contoh, untuk lima porsi mi instan, cukup gunakan tiga bungkus bumbu saja. Sisanya bisa diganti dengan bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, dan cabai segar. Selain menekan kadar garam, rasa yang dihasilkan juga lebih segar dan alami.

Tambahkan Protein agar Lebih Mengenyangkan

Mi instan cenderung tinggi karbohidrat namun minim protein. Agar lebih seimbang, tambahkan sumber protein seperti telur, ayam suwir, atau ikan.

Protein membantu rasa kenyang bertahan lebih lama sekaligus menjaga kesehatan otot.

Lengkapi dengan Sayuran

Agar lebih bernutrisi, masukkan sayuran ke dalam mi instan. Sawi hijau, sawi putih, kangkung, tomat, atau ketimun bisa menjadi pilihan mudah.

Serat dan kalium dalam sayuran membantu menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh serta mendukung kesehatan pencernaan.

Jangan Tambah Saus dan Hindari Menghabiskan Kuah

Menambahkan saus atau kecap berlebihan justru meningkatkan asupan garam. Diah juga menyarankan untuk tidak menghabiskan kuah mi instan karena sebagian besar natrium larut di dalamnya.

Pelengkap tinggi garam seperti keripik asin atau pilus sebaiknya dihindari agar konsumsi natrium tidak semakin melonjak.

Mi Panggang Lebih Rendah Lemak, Tapi…

Varian mi instan panggang memang memiliki kandungan lemak lebih rendah.

“Kandungan lemaknya bisa turun hingga 40 persen karena teknik pemanggangan,” jelasnya.

Namun, kadar natrium bisa tetap tinggi, bahkan mencapai lebih dari 1.500 miligram per sajian tergantung rasa. Karena itu, membaca label informasi gizi tetap penting sebelum membeli.

Jangan Jadi Menu Harian

Diah mengingatkan, mi instan sebaiknya hanya dikonsumsi sesekali, bukan dijadikan menu rutin harian. Hal ini juga berlaku untuk produk yang diklaim lebih sehat, dipanggang, atau non-MSG.

Kunci utamanya adalah bijak dalam porsi dan frekuensi.

Dengan mengurangi bumbu instan, menambahkan protein serta sayuran, dan tidak menghabiskan kuahnya, mi instan tetap bisa dinikmati tanpa membebani tubuh secara berlebihan. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#resep mi instan bergizi #mi instan #resep mi instan sehat