Jawa Pos Radar Madiun - Kuliner legendaris tak selalu identik dengan bahan-bahan mahal. Di dapur Keraton Yogyakarta, terdapat satu sajian lawas bernama Sayur Menir
Di tangan para juru masak keraton, bahan ini justru disulap menjadi hidangan berkelas dengan filosofi Jawa yang sederhana namun penuh makna.
Berbeda dengan masakan Jawa lainnya yang cenderung manis atau pedas menyengat, Sayur Menir menawarkan cita rasa yang halus, ringan, dan gurih santan yang pas.
Hidangan ini sering dianggap sebagai "makanan jiwa" karena sifatnya yang menenangkan saat disantap.
Resep Sayur Menir (Jangan Menir) Khas Yogyakarta
Bahan Utama:
-
100 gram menir (pecahan beras, cuci bersih).
-
1 buah labu siam (kupas, potong dadu).
-
50 gram kacang tolo (rendam air sebelumnya agar cepat empuk).
-
1 papan tempe (potong kecil-kecil).
-
500 ml santan encer (kunci rasa ringan).
Baca Juga: Videografer Jadi Terdakwa Korupsi Rp 202 Juta, Kasus "Mark Up" Video Desa Karo Picu Sorotan DPR
Bumbu Aromatik dan Pelengkap:
-
1 lembar daun salam.
-
1 ruas lengkuas (memarkan).
-
Garam dan gula pasir secukupnya.
Bumbu Halus:
-
3 siung bawang putih.
-
5 siung bawang merah.
-
2 butir kemiri.
-
1/2 sdt ketumbar.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Motor Listrik Uwinfly, Nomor 4 Dapat Subsidi Pemerintah
Cara Membuat Sayur Menir yang Lembut:
-
Tahap Pre-cook: Rebus kacang tolo dalam air mendidih hingga setengah empuk, kemudian buang airnya dan tiriskan.
-
Tumis Bumbu: Panaskan sedikit minyak, tumis bumbu halus bersama daun salam dan lengkuas hingga tercium aroma wangi dan bumbu matang.
-
Masak Santan: Tuangkan santan encer ke dalam panci. Aduk perlahan secara konsisten agar santan tidak pecah saat mulai mendidih.
-
Gabungkan Bahan: Masukkan kacang tolo, potongan labu siam, dan tempe. Masak hingga sayuran mulai melunak.
-
Rahasia Tekstur: Masukkan menir (beras). Aduk perlahan dan masak hingga menir merekah dan membuat kuah sedikit mengental namun tetap lembut di lidah.
-
Finishing: Tambahkan garam dan gula, lakukan koreksi rasa. Sajikan Sayur Menir selagi hangat.
Filosofi di Balik Semangkuk Sayur Menir
Penggunaan menir mengajarkan kita untuk menghargai setiap butir rejeki, termasuk bagian kecil yang sering terabaikan.
Di era modern ini, Sayur Menir kembali populer sebagai menu rumahan karena sifatnya yang rendah kolesterol (menggunakan santan encer) dan ramah di lambung.
Sajian ini adalah pengingat bahwa kemewahan sejati tidak harus mencolok, melainkan hadir dari ketulusan dalam mengolah bahan-bahan lokal yang ada di sekitar kita. (afi/naz)
Editor : Mizan Ahsani