Jawa Pos Radar Madiun - Bayam seringkali disebut sebagai salah satu makanan super terbaik karena kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan.
Sayuran hijau ini kaya akan zat besi, vitamin A, vitamin C, hingga serat yang sangat baik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Namun, banyak orang tidak tahu bahwa cara mengolah bayam sangat mempengaruhi kandungan nutrisi di dalamnya.
Oleh karena itu, jika bayam dimasak dengan cara yang kurang tepat, beberapa vitamin penting justru bisa hilang.
Padahal, bayam seharusnya kaya akan kandungan vitamin yang menyehatkan dan membuat tubuh tetap bugar.
Penting untuk mengetahui cara mengolah bayam dengan baik agar nutrisi di dalamnya tetap utuh dan bermanfaat untuk tubuh.
Dilansir dari Very Well Health, ada empat cara terbaik untuk memasak bayam agar nutrisinya tidak hilang dan tetap bermanfaat.
Bayam Tumis
Menumis bayam merupakan salah satu cara paling populer sekaligus efektif untuk mengolah sayuran ini.
Ini karena selain memberikan rasa yang lebih gurih dan tekstur yang lebih menarik, metode ini juga memiliki manfaat penting dari sisi nutrisi.
Bayam mengandung berbagai vitamin larut seperti vitamin A dan senyawa karotenoid, sehingga penyerapannya akan meningkat ketika dikonsumsi bersama lemak sehat.
Oleh karena itu, menumis bayam dengan sedikit minyak atau menggantinya dengan minyak zaitun dapat membantu tubuh menyerap nutrisi tersebut dengan lebih optimal.
Namun, kita perlu juga memperhatikan proses memasaknya agar tidak terlalu matang dan membuat bayam gosong.
Memasak bayam terlalu lama dapat merusak vitamin yang sensitif terhadap panas, seperti vitamin C.
Bayam cukup ditumis dalam waktu singkat hingga layu saja agar vitaminnya tetap terjaga dan manfaatnya tetap optimal.
Dengan cara ini, kamu tetap mendapatkan kombinasi sempurna antara rasa lezat dan manfaat gizi yang maksimal.
Baca Juga: Prediksi Skor Persija Jakarta vs Persebaya Surabaya: Macan Kemayoran Sedang Dalam Tekanan
Bayam Kukus
Mengukus bayam sering dianggap sebagai salah satu metode paling sehat karena mampu mempertahankan sebagian besar kandungan nutrisinya.
Berbeda dengan merebus karena dapat menyebabkan vitamin larut air seperti vitamin C dan vitamin B kompleks hilang ke dalam air.
Namun proses pengukusan dapat menjaga nutrisi tetap berada di dalam daun bayam, sehingga bermanfaat untuk tubuh. Selain itu, metode ini juga tidak memerlukan tambahan minyak, sehingga cocok bagi kamu yang sedang menjalani pola makan rendah lemak atau diet sehat.
Tekstur bayam yang dikukus cenderung lebih lembut dan mudah dicerna oleh tubuh, sehingga baik untuk semua kalangan.
Dengan waktu pengukusan yang singkat, bayam tetap mempertahankan warna hijau segarnya sekaligus kandungan antioksidan penting.
Mengukus bayam membuat kandungan vitamin di dalamnya dapat berperan melindungi sel tubuh dari kerusakan.
Rebus Singkat
Bayam secara alami mengandung oksalat, yaitu senyawa yang dapat mengikat mineral seperti kalsium dan zat besi sehingga menghambat penyerapannya oleh tubuh.
Untuk mengatasi hal ini, metode blanching atau merebus bayam dalam waktu sangat singkat menjadi solusi yang efektif.
Dengan merebus bayam selama sekitar 30 detik hingga satu menit, kadar oksalat dapat berkurang secara signifikan tanpa menghilangkan terlalu banyak nutrisi penting.
Setelah direbus, bayam biasanya langsung direndam dalam air dingin untuk menghentikan proses pemasakan agar tidak berlanjut.
Meskipun ada sedikit kehilangan vitamin larut air, manfaat pengurangan oksalat ini sangat penting. Selain itu, bagi orang yang berisiko mengalami batu ginjal atau memiliki masalah penyerapan mineral bayam dapat lebih aman dikonsumsi.
Agar nutrisi tidak terbuang sia-sia, air rebusan bayam juga bisa dimanfaatkan sebagai kaldu atau campuran sup.
Bayam Mentah
Mengkonsumsi bayam dalam keadaan mentah, seperti dalam salad atau smoothie biasa menjadi pilihan terbaik.
Ini karena bayam yang dikonsumsi mental masih mempertahankan vitamin yang sensitif terhadap panas, seperti vitamin C dan folat.
Dalam kondisi mentah, bayam tidak mengalami proses pemanasan sehingga kandungan nutrisinya tetap utuh.
Namun, ada hal yang perlu diperhatikan: tidak semua nutrisi dalam bayam mudah diserap tubuh saat dimakan mentah.
Beberapa senyawa seperti zat besi non-heme membutuhkan bantuan vitamin C agar dapat diserap dengan lebih baik.
Selain itu, kandungan oksalat dalam bayam mentah juga masih cukup tinggi, sehingga sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh.
Oleh karena itu, cara terbaik mengkonsumsinya adalah dengan mengkombinasikan bayam mentah dengan makanan lain.
Bahkan seperti buah-buahan kaya vitamin C yaitu jeruk, stroberi, atau tomat, serta sumber lemak sehat seperti alpukat atau minyak zaitun.
Dengan kombinasi ini, tubuh dapat memperoleh manfaat nutrisi bayam secara lebih optimal tanpa harus kehilangan kandungan pentingnya. (naz)
Editor : Mizan Ahsani