Ciri Khas Soto Pacitan: Kuah Bening yang Segar dari Ujung Selatan Jawa, Rasa Gurihnya Menggugah Selera

Suci Oktavia • Dipublikasikan Kamis, 16 April 2026 | 17:54 WIB
Ilustrasi resep soto Pacitan. (YOUTUBE MAK PAWON)
Ilustrasi resep soto Pacitan. (YOUTUBE MAK PAWON)

Jawa Pos Radar Madiun - Jika Anda berkunjung ke kampung halaman Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, ada satu kuliner yang wajib masuk dalam daftar buruan: Soto Pacitan.

Berbeda dengan soto dari daerah lain yang sering kali menggunakan santan atau bumbu rempah yang sangat pekat, Soto Pacitan tampil dengan karakter yang lebih ringan, jujur, dan menyegarkan.

Hidangan ini mencerminkan karakter masyarakat pesisir yang sederhana namun penuh kehangatan.

Kuahnya yang bening kekuningan berasal dari kaldu alami ayam kampung, memberikan sensasi nyaman di perut, terutama saat dinikmati sebagai menu sarapan.

Baca Juga: Panduan Servis AC Mobil: Jaga Kompresor Tetap Awet dan BBM Lebih Irit

Ciri Khas yang Memikat Lidah

Soto Pacitan memiliki beberapa keunikan yang membuatnya sulit dilupakan oleh para pecinta kuliner:

1. Kuah Bening Kekuningan

Penggunaan kunyit dan kemiri memberikan warna cerah namun tekstur kuah tetap cair dan ringan.

2. Ayam Kampung sebagai Kunci

Gurihnya soto ini murni berasal dari sari pati ayam kampung yang direbus lama, menciptakan rasa umami alami tanpa perlu banyak penyedap buatan.

3. Isian Sederhana:

Tidak banyak "gangguan" dalam mangkuknya; hanya ada soun, tauge segar, suwiran ayam, dan taburan seledri yang memperkuat aroma.

Soto ini bukan sekadar makanan, melainkan simbol kenyamanan kuliner daerah yang praktis namun penuh gizi.

Tak heran, banyak perantau asal Pacitan yang selalu merindukan kuah segar ini sebagai pengobat rindu akan kampung halaman. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
soto pacitan pacitan susilo bambang yudhoyono ciri khas kuliner