Jawa Pos Radar Madiun - Tren mengonsumsi ikan mentah seperti sushi dan sashimi semakin digemari, terutama di kalangan anak muda.
Namun, di balik kelezatannya, tidak semua jenis ikan aman dikonsumsi tanpa dimasak.
Keamanan mengonsumsi ikan mentah sangat bergantung pada jenis ikan, kualitas, hingga standar penanganan yang ketat.
Pakar pangan menegaskan bahwa ikan untuk konsumsi mentah harus memenuhi standar khusus yang disebut sushi-grade atau sashimi-grade.
Standar ini bukan sekadar label, melainkan jaminan bahwa ikan telah melalui proses pembekuan pada suhu sangat rendah (-35 derajat Celsius) untuk membunuh parasit berbahaya yang mungkin ada di dalam daging.
Mengapa Tuna Paling Aman?
Di antara berbagai jenis ikan laut, tuna dikenal sebagai salah satu yang paling aman untuk dikonsumsi mentah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor biologis:
Tuna hidup di perairan terbuka dan laut dalam, sehingga risiko terpapar parasit jauh lebih rendah dibandingkan ikan yang hidup di perairan dangkal atau dekat dasar laut.
Daging tuna memiliki tekstur yang padat dan berserat, sehingga lebih tahan terhadap kontaminasi bakteri jika ditangani dengan benar.
Inilah alasan mengapa tuna menjadi bahan utama yang dominan dalam hidangan mentah seperti sashimi maupun poke bowl.
Baca Juga: Parfum Cepat Menguap? Perhatikan Cara Simpan dan Jenis Aroma yang Anda Pilih
Risiko Ikan Air Tawar dan Penanganan yang Salah
Sebaliknya, beberapa jenis ikan sangat tidak disarankan untuk dimakan mentah. Ikan air tawar, misalnya, memiliki risiko parasit yang jauh lebih tinggi karena ekosistemnya.
Selain itu, ikan laut yang tidak melalui proses pembekuan standar atau tidak dijaga suhu dinginnya (cold chain) sejak ditangkap hingga disajikan, berpotensi membawa bakteri berbahaya bagi tubuh.
Ahli gizi mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengikuti tren makan ikan mentah tanpa memahami risikonya.
Mengonsumsi ikan dari sumber yang tidak jelas dapat memicu gangguan pencernaan hingga infeksi serius.
Tuna memang relatif lebih aman, namun kualitas dan penanganan yang tepat tetap menjadi kunci utama agar manfaat gizinya bisa dirasakan tanpa risiko kesehatan. (afi)
Editor : Mizan Ahsani