Jawa Pos Radar Madiun - Tren gaya hidup anak muda terus bergerak dinamis, terutama dalam urusan kuliner.
Generasi Z kini dikenal sebagai kelompok yang gemar bereksplorasi, menjadikan makanan dan minuman yang viral di media sosial sebagai bagian dari identitas mereka.
Mulai dari dessert manis, kopi susu kekinian, hingga kuliner mancanegara, semuanya mendominasi pilihan konsumsi harian.
Fenomena ini tak lepas dari pengaruh platform digital seperti TikTok dan Instagram.
Tampilan yang menggugah selera (visual-driven), rasa yang unik, serta pengalaman makan yang "Instagramable" menjadi daya tarik utama yang membuat sebuah menu populer dalam waktu singkat.
Primadona Manis dan Es kopi Susu
Salah satu kategori yang paling digandrungi adalah dessert manis. Menu seperti croffle (perpaduan croissant dan waffle), dessert box cokelat lumer, hingga soft cookies dengan isian leleh menjadi buruan utama.
Tak ketinggalan, minuman segar seperti boba drink, milkshake, dan es krim gelato tetap stabil sebagai favorit remaja.
Di sisi lain, tren kopi susu kekinian belum menunjukkan tanda-tanda meredup.
Campuran espresso, susu, dan gula aren tetap menjadi primadona, disusul variasi modern seperti caramel latte, hazelnut latte, hingga tambahan cream cheese.
Kehadiran kedai kopi dengan konsep estetik semakin memperkuat posisi kopi sebagai minuman gaya hidup.
Baca Juga: Diet Clean Eating Kian Diminati: Pola Makan Alami yang Dinilai Lebih Efektif dan Berkelanjutan
Invasi Kuliner Korea dan Barat
Makanan khas Korea terus mencuri perhatian berkat pengaruh budaya pop.
Menu seperti tteokbokki (kue beras pedas), corndog mozzarella, hingga korean garlic cheese bread kerap menghiasi lini masa media sosial.
Perpaduan rasa gurih, pedas, dan manis yang unik membuatnya sangat mudah diterima oleh lidah anak muda Indonesia.
Sementara itu, makanan Barat tetap mempertahankan posisinya dengan inovasi baru.
Burger premium dengan isian tebal, pasta creamy, serta chicken wings dengan berbagai saus kekinian seperti honey garlic dan spicy BBQ menjadi pilihan favorit untuk makan berat yang tetap terlihat keren saat difoto.
Meski menggoda, masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam mengikuti tren kuliner. Selain mempertimbangkan harga, aspek kesehatan adalah hal yang krusial.
Perlu diingat bahwa sebagian besar makanan viral cenderung memiliki kadar gula dan kalori yang sangat tinggi.
Bagi pelaku usaha, tren ini adalah tantangan untuk terus kreatif dan inovatif.
Saat ini, makanan bukan lagi sekadar pemuas lapar, melainkan bagian dari ekspresi diri dan gaya hidup yang mencerminkan karakter generasi masa kini. (afi)
Editor : Mizan Ahsani