Kunci utama keberhasilan cheese cake terletak pada keseimbangan adonan serta teknik memanggang yang tepat.
Proses pengocokan dan suhu panggang menjadi faktor paling penting agar hasilnya tidak bantat atau retak.
Bahan-Bahan:
- 250 gram cream cheese
- 50 gram butter
- 100 ml susu cair
- 70 gram gula pasir
- 3 butir telur (pisahkan kuning dan putih)
- 40 gram tepung terigu
- 20 gram tepung maizena
- 1 sdt air lemon
- 1 sdt vanila
- Secubit garam
Baca Juga: Perbedaan Es Krim dan Gelato, Mana yang Lebih Sehat untuk Dikonsumsi?
Cara Membuat Cheese Cake ala Cafe
Langkah pertama adalah melelehkan cream cheese, butter, dan susu menggunakan teknik double boiler. Aduk perlahan hingga semua bahan menyatu dan teksturnya menjadi halus tanpa gumpalan.
Setelah adonan hangat, masukkan kuning telur bersama tepung terigu, maizena, dan vanila. Aduk hingga adonan benar-benar lembut dan rata.
Di wadah terpisah, kocok putih telur bersama gula, air lemon, dan garam hingga membentuk soft peak. Tahapan ini penting karena akan menentukan kelembutan tekstur akhir cake.
Selanjutnya, campurkan adonan putih telur ke dalam adonan utama secara perlahan. Teknik ini harus dilakukan hati-hati agar adonan tetap ringan dan tidak mengempis.
Teknik Panggang Agar Tidak Gagal
Tuang adonan ke dalam loyang, lalu panggang menggunakan metode waterbath pada suhu sekitar 150°C selama 55–60 menit.
Teknik ini membantu menjaga kelembapan sehingga hasil cheese cake tetap lembut dan tidak retak di permukaan.
Sajikan setelah Dingin
Setelah matang, cheese cake sebaiknya didinginkan terlebih dahulu dan disimpan di dalam kulkas minimal 3 jam. Proses ini membuat teksturnya lebih padat, creamy, dan mudah dipotong.
Hasil Akhir
Dengan bahan sederhana dan langkah yang tepat, cheese cake ala cafe ini menghasilkan tekstur yang lembut, rasa creamy yang seimbang, dan tampilan yang premium. Cocok dijadikan camilan keluarga, suguhan tamu, atau bahkan ide usaha rumahan yang menjanjikan. (naz)