Jawa Pos Radar Madiun – Seorang penjual nasi goreng viral di media sosial karena penampilannya mirip karakter Sanji, koki Bajak Laut Topi Jerami dalam manga One Piece.
Pemuda bernama Lu itu mengenakan setelan jas lengkap sambil memasak nasi goreng di pasar malam wilayah Yantai, Provinsi Shandong, China.
Penampilannya yang rapi dan bergaya langsung menarik perhatian pengunjung hingga membuat warungnya ramai pembeli setiap hari.
Omzet Rp 130 Juta per Bulan
Tak hanya viral, bisnis nasi goreng miliknya juga sukses besar. Lu disebut mampu meraih omzet hingga 50.000 yuan atau sekitar Rp 130 juta per bulan.
Baca Juga: Baca Manga One Piece 1183: Imu Gagal Bebaskan Gunko yang Terjebak Es Ragnir
Dikutip dari SCMP, Lu mulai merintis usaha tersebut sejak usia 17 tahun. Kini di usia 19 tahun, ia sudah menjadi tulang punggung utama keluarganya.
Ide memakai jas saat memasak ternyata muncul karena Lu ingin tampil lebih sopan dan berbeda di depan pelanggan.
Namun seiring waktu, gaya memasaknya justru menjadi daya tarik utama.
Aksi Memasak Layaknya Sanji
Ia sering memperlihatkan aksi memasak penuh gaya, mulai dari menyisir rambut ke belakang, melempar tangkapan telur, hingga melakukan teknik membalik wajan ala koki profesional.
Di media sosial, Lu bahkan memakai tagar #sanjifriedrice yang terinspirasi dari karakter Sanji.
Sanji sendiri dikenal sebagai koki stylish yang selalu tampil rapi dengan setelan jas hitam.
Untuk menambah kesan ala karakter anime tersebut, Lu kadang meletakkan rokok di mulutnya saat memasak, meski tidak benar-benar dihisap.
Warung nasi goreng miliknya buka setiap hari mulai pukul 17.00 hingga 23.30 malam.
Baca Juga: Resep Nasi Goreng Kecap Spesial Murah Praktis Cocok untuk Anak Kos di Akhir Bulan
Saat ramai pelanggan, Lu mampu menyelesaikan satu porsi nasi goreng hanya dalam waktu sekitar tiga menit.
Pelanggan Kembali karena Rasa
Dalam sehari, ia mengaku bisa menjual lebih dari 200 porsi nasi goreng dengan harga sekitar 10 yuan atau Rp26 ribu per porsi.
Meski banyak pelanggan awalnya datang karena penasaran dengan penampilannya, Lu yakin rasa makanannya menjadi alasan mereka kembali membeli.
“Awalnya mungkin karena penasaran, tapi yang membuat mereka kembali adalah rasanya,” ujarnya.
Kini akun media sosial miliknya sudah memiliki sekitar 46 ribu pengikut dan lebih dari 190 ribu tanda suka.
Lu juga mulai membuka kesempatan magang bagi orang-orang yang ingin belajar bisnis maupun teknik memasaknya.
Editor : Andi Chorniawan