Jawa Pos Radar Madiun - Ada warung yang bertahan bukan karena iklan, bukan karena viral di media sosial, melainkan karena rasanya memang tidak pernah mengecewakan.
Depot Nasi Pecel 99 Madiun adalah salah satunya.
Berdiri sejak 1987 di Jl. Cokroaminoto No.99, Kejuron, warung ini sudah melayani lebih dari satu generasi pelanggan setia.
Di salah satu dindingnya, terpajang deretan foto kunjungan tokoh-tokoh penting, termasuk Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.
Apa yang Membuat Pecel Madiun Berbeda?
Nasi pecel memang bisa ditemukan di hampir seluruh penjuru Jawa.
Tapi pecel Madiun memiliki karakter yang sangat spesifik dan sulit ditiru.
Bumbu kacangnya lebih kental, dengan aroma daun jeruk purut dan kencur yang kuat menghasilkan rasa yang sedikit pedas, sedikit manis, dan sangat gurih sekaligus.
Di Depot Nasi Pecel 99, bumbu ini diracik dengan resep yang tidak pernah berubah sejak hari pertama buka.
Menu yang Tersedia
Meskipun nama utamanya adalah nasi pecel, Depot 99 menawarkan pilihan menu yang cukup lengkap.
Selain nasi pecel dengan sayuran rebus segar yang disiram sambal kacang, tersedia pula nasi rawon, nasi bali, dan garang asem yang juga banyak dipesan pengunjung.
Pilihan lauk pendampingnya beragam, mulai dari telur, ayam goreng, tempe dan tahu bacem, ikan lele, hingga jeroan.
Semua disajikan dalam porsi yang pas dan harga yang tidak menguras kantong.
Harga dan Jam Operasional
Seporsi nasi pecel di Depot 99 bisa dinikmati mulai dari Rp9.000 saja.
Harga lauk tambahan bervariasi, namun tetap terjangkau untuk semua kalangan.
Depot ini buka hampir sepanjang hari, dari pagi buta hingga larut malam, menjadikannya pilihan yang tepat baik untuk sarapan, makan siang, maupun makan malam.
- Lokasi: Jl. Cokroaminoto No.99, Kejuron, Taman, Kota Madiun
- Jam buka: Setiap hari 05.00–23.30 WIB
- Harga: Mulai Rp9.000
- Rating: 4.5 (8.005 ulasan Google)
Mengapa Tempat Ini Layak Dikunjungi
Dengan lebih dari 8.000 ulasan di Google dan rating 4.5, Depot Nasi Pecel 99 bukan sekadar warung makan biasa.
Ia adalah bagian dari sejarah kuliner Madiun yang masih hidup dan berdetak hingga hari ini.
Bagi siapa pun yang pertama kali mengunjungi Madiun, tempat ini adalah titik awal yang paling tepat untuk memahami mengapa kota ini begitu dicintai oleh para pencinta kuliner Jawa. (*)
*Auliya Ruliani Putri Pambareb, Unversitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Magang Radar Madiun