Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Makanan Fermentasi Kini Jadi Tren Global, Indonesia Sudah Punya Semuanya dari Dulu

Tim Magang Radar Madiun • Senin, 29 Juni 2026 | 15:48 WIB
Ilustrasi resep tape ketan. (Cookpad)
Ilustrasi resep tape ketan. (Cookpad)

Jawa Pos Radar Madiun - Kimchi dari Korea mendapat sorotan dunia. Kombucha dari China kini dijual di kafe-kafe premium Jakarta.

Tapi jauh sebelum fermentasi jadi tren global, nenek moyang kita sudah mengonsumsinya setiap hari dalam bentuk yang lebih beragam dan kaya rasa. Dan sains modern baru saja membuktikan betapa cerdasnya pilihan mereka itu.

Mengapa Makanan Fermentasi Kini Jadi Fokus Ilmu Gizi Modern

Penelitian dari Stanford University yang dipublikasikan dalam jurnal Cell pada 2021 menemukan bahwa diet tinggi makanan fermentasi selama 10 minggu secara signifikan meningkatkan keragaman mikrobioma usus dan menurunkan penanda inflamasi.

Ini bukan sekadar tren ini adalah intervensi kesehatan berbasis bukti.

Harta Karun Fermentasi Indonesia yang Terlupakan

Tempe Lebih dari Sekadar Lauk Murah

Tempe adalah salah satu sumber protein nabati terlengkap di dunia dan satu-satunya makanan nabati yang mengandung vitamin B12 secara alami.

Proses fermentasi kedelai oleh jamur Rhizopus oligosporus meningkatkan bioavailabilitas nutrisi secara dramatis dibanding kedelai mentah.

Baca Juga: Fast Fashion Murah Itu Sebenarnya Sangat Mahal, Cuma Bumi yang Membayarny

Tapai Probiotik dari Singkong atau Ketan

Tapai mengandung berbagai strain bakteri asam laktat dan ragi yang menyehatkan usus.

Proses fermentasinya juga menghasilkan enzim yang membantu pencernaan karbohidrat kompleks, menjadikannya camilan yang lebih bersahabat bagi penderita sensitivitas gluten.

Oncom Si Merah yang Kaya Antioksidan

Oncom merah, khususnya, mengandung pigmen astaxanthin yang merupakan antioksidan kuat.

Dibuat dari ampas tahu yang difermentasi, oncom adalah contoh sempurna bagaimana kecerdasan kuliner lokal mengubah 'limbah' menjadi nutrisi berharga.

Tips Mengintegrasikan Fermentasi dalam Pola Makan Harian

Ganti camilan kemasan dengan tapai atau yogurt plain tanpa gula tambahan. Masukkan tempe dalam setidaknya satu porsi makan sehari.

Eksplorasi asinan betawi sebagai alternatif kimchi lokal. Mulai dengan porsi kecil jika kamu belum terbiasa usus perlu waktu beradaptasi.

Makanan terlezat tidak selalu yang paling mahal. Dan makanan tersehat tidak selalu yang paling eksotis.

Kadang, jawaban terbaik sudah ada di dapur ibumu sejak lama. (*)

*Auliya Ruliani Putri Pambareb, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Magang Radar Madiun
#kesehatan usus #makanan fermentasi #probiotik