Dari Minuman Biasa Jadi Favorit Saat Cuaca Panas, Begini Cerita Es Teh yang Kembali Dilirik

Tim Content Writer Radar Madiun • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 11:00 WIB
Legend has it that English tea merchant Richard Blechynden was responsible for popularising iced tea in the American south. (The Guardian)
Legend has it that English tea merchant Richard Blechynden was responsible for popularising iced tea in the American south. (The Guardian)

Jawa Pos Radar Madiun - Segelas teh panas mungkin menjadi pilihan utama bagi banyak orang. Namun ketika suhu udara meningkat, kebiasaan itu mulai berubah.

Minuman yang biasanya disajikan hangat kini hadir dalam versi dingin dengan cita rasa yang lebih ringan, menawarkan sensasi menyegarkan tanpa harus kehilangan karakter khas teh.

The Guardian menyoroti bagaimana iced tea atau es teh kini berkembang menjadi lebih dari sekadar minuman manis kemasan.

Berbagai produsen mulai menghadirkan racikan dengan kandungan teh yang lebih tinggi, kadar gula yang lebih rendah, hingga penggunaan bahan organik sehingga mampu menarik perhatian penikmat teh yang sebelumnya kurang menyukai es teh.

Dari Pameran Dunia hingga Jadi Minuman Populer

Es teh sering dikaitkan dengan wilayah Amerika Serikat bagian selatan. Namun, menurut kisah yang telah lama beredar, minuman tersebut mulai dikenal luas berkat Richard Blechynden, seorang pedagang teh asal Inggris.

Pada Louisiana Purchase Exposition tahun 1904, cuaca yang panas membuat banyak pengunjung enggan menikmati teh panas.

Untuk mengatasinya, Blechynden menyajikan teh di atas bongkahan es. Cara sederhana tersebut ternyata mendapat sambutan positif dan kemudian ikut memopulerkan es teh di Amerika.

Baca Juga: Mobil Rombongan Takziah Masuk Jurang di Dagangan Madiun, Dua Orang Tewas

Seiring waktu, iced tea berkembang dalam berbagai variasi. Gaya Southern Sweet Tea yang menggunakan teh hitam dengan tambahan gula dalam jumlah besar menjadi salah satu yang paling dikenal.

Namun tren terbaru menunjukkan semakin banyak produsen menghadirkan es teh dengan cita rasa teh yang lebih dominan dibanding rasa manis.

Kandungan Teh Kini Jadi Perhatian

Penulis The Guardian, Mina Holland, mengaku sebelumnya bukan penggemar es teh karena sebagian besar produk yang pernah dicoba lebih didominasi pemanis daripada rasa teh.

Dalam ulasannya, ia menilai beberapa merek hanya menggunakan ekstrak teh dalam jumlah sangat sedikit dan lebih mengandalkan konsentrat buah serta gula. Kondisi tersebut membuat karakter asli teh hampir tidak terasa.

Sebaliknya, sejumlah produk baru justru menawarkan komposisi teh yang jauh lebih tinggi.

Salah satunya adalah Harry Brompton's Peach Iced Tea yang menggunakan sekitar 96 persen teh hitam Kenya seduh sehingga menghasilkan rasa tanin yang lebih kuat.

Produk lain seperti ChariTea juga dinilai menawarkan keseimbangan rasa dengan memanfaatkan sirup agave sebagai pemanis, dipadukan jus buah organik dan daun teh berkualitas.

Baca Juga: BRI Peduli Rayakan Hari Anak Nasional dengan Kelas Inspirasi dan Literasi Keuangan

Membuat Es Teh Sendiri Jadi Alternatif

Selain mencoba produk siap minum, membuat es teh sendiri di rumah juga menjadi pilihan menarik.

Cara ini memungkinkan setiap orang mengatur tingkat kekuatan seduhan teh maupun kadar manis sesuai selera.

Penulis bahkan merekomendasikan penggunaan teh seduh yang kemudian didinginkan dengan es batu serta sedikit sirup maple sebagai alternatif pemanis alami.

Empat Rekomendasi Es Teh Versi The Guardian

Berikut beberapa produk yang mendapat perhatian dalam ulasan tersebut:

Es Teh Berkualitas Mulai Dilirik Penikmat Teh

Perkembangan tren iced tea menunjukkan bahwa minuman ini tidak lagi identik dengan rasa manis berlebihan.

Dengan penggunaan teh seduh berkualitas, pemanis yang lebih ringan, hingga bahan alami, es teh kini menjadi alternatif bagi mereka yang ingin menikmati kesegaran tanpa menghilangkan cita rasa asli teh.

Bagi penikmat teh, perubahan tersebut membuka pilihan baru ketika cuaca sedang terik.

Es teh tak lagi sekadar minuman pelepas dahaga, tetapi juga menawarkan pengalaman menikmati teh dengan cara yang berbeda. (*)

*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
Sumber : The Guardian
Iced Tea Minuman Musim Panas es teh kuliner teh