Jawa Pos Radar Madiun - Kue 8 Jam adalah salah satu kue tradisional Palembang yang memiliki cita rasa manis legit dan tekstur lembut seperti puding kukus.
Sesuai namanya, kue ini dimasak dengan cara dikukus selama 8 jam penuh sehingga rasa dan aroma rempahnya meresap sempurna.
Kue ini biasanya hanya dibuat untuk acara penting seperti pernikahan, perayaan, atau hari raya, karena proses pembuatannya yang panjang.
Meski begitu, dengan sedikit kesabaran, kue 8 jam buatan sendiri akan memberikan hasil yang sepadan dengan usaha.
Bahan-Bahan:
15–20 butir kuning telur (sesuaikan ukuran loyang)
250–300 gram gula pasir
250 gram mentega, lelehkan
150–200 ml susu kental manis
1 sdt vanili bubuk
½–1 sdt kayu manis bubuk (opsional)
Cara Membuat:
Baca Juga: Bomboloni Isi Kopi, Donat Lembut dengan Rasa yang Bikin Melek!
1. Kocok telur dan gula
Kocok kuning telur dan gula pasir menggunakan mixer sampai mengembang dan pucat. Proses ini penting agar tekstur kue nantinya lembut.
2. Tambahkan mentega dan susu
Masukkan mentega leleh, susu kental manis, vanili, dan kayu manis. Aduk rata dengan spatula secara perlahan agar udara dalam adonan tetap terjaga.
3. Siapkan loyang
Oles loyang tinggi dengan mentega, bisa dialasi kertas roti supaya mudah dilepas. Tuang adonan ke dalam loyang.
4. Proses kukus
Kukus dengan api kecil selama ±8 jam. Pastikan air kukusan selalu cukup.
Gunakan kain bersih di tutup kukusan agar uap tidak menetes ke adonan.
5. Dinginkan sebelum dipotong
Setelah selesai dikukus, biarkan kue dingin di loyang. Ini penting agar tekstur kue stabil dan tidak hancur saat dipotong.
Tips:
Gunakan loyang tinggi agar kue matang merata.
Jangan buka tutup kukusan terlalu sering, cukup pantau dari uap.
Bisa menambahkan sedikit perasan jeruk nipis atau kulit jeruk parut untuk aroma lebih segar.
Setelah matang, simpan dalam wadah tertutup agar kelembutannya bertahan.
Kue 8 Jam adalah bukti bahwa kesabaran membuahkan hasil yang manis. Tekstur lembut dan aroma khasnya akan membuat setiap potongan terasa istimewa.
(*/naz)
Penulis: Nazala Syifa Julieta/Politeknik Negeri Madiun