Banyaknya kejadian pada waktu-waktu rawan tersebut diduga karena pengemudi kelelahan dan mengantuk. Sepanjang 2021 lalu ada 51 kejadian, sebanyak 12 korban meninggal dunia, 26 luka berat, 41 luka ringan. Sedangkan sepanjang 2022 kemarin naik menjadi 65 kejadian, 21 korban meninggal dunia, 42 luka berat dan 87 luka ringan.
Menurut dia, dalam dua tahun terakhir volume kendaraan yang melintas di tol memang meningkat. Seiring melandainya pandemi Covid-19. ‘’Kenaikan volume kendaraan sebanyak 28 persen di ruas JNK. Tahun lalu mencapai 9,385 juta, sedangkan 2021 hanya 7,336 juta kendaraan dengan rata-rata 20 ribu kendaraan melintas per hari,’’ sebutnya.
Ada pun penyebab laka lantas didominasi kendaraan berat dengan tabrak belakang. Sedangkan waktu rawan kecelakaan pada malam hari setelah tengah malam, dan pasca makan siang. Pada malam hari, kendaraan besar yang tidak dilengkapi lampu belakang tidak terlihat dari jarak pandang jauh.
Sehingga saat pengemudi di belakangnya tersadar ada kendaraan di depannya tidak cukup waktu untuk mengerem kendaraannya. ‘’Juga ada beberapa titik rawan angin kencang. Seperti dari arah timur yang banyak sawah. Sehingga kendaraan mudah oleng jika tidak ekstrahati-hati,’’ jelasnya. (mg3/sat)
LAKA DI TOL DUA TAHUN TERAKHIR
TAHUN 2021
- 51 kejadian laka lantas
- 12 korban meninggal dunia
- 26 korban luka berat
- 41 korban luka ringan.
TAHUN 2022
- 65 kejadian laka lantas
- 21 korban meninggal dunia
- 42 korban luka berat
- 87 korban luka ringan
FAKTA ANGKA
- 28 persen kenaikan kendaraan di tol
- 9,385 juta unit kendaraan pada 2022
- 7,336 juta unit kendaraan pad 2021
- 20 ribu unit kendaraan rata-rata per hari