Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Sejarah Kpop dan Asal Usul Geliat Industri Hiburan di Korea Selatan

Hengky Ristanto • Jumat, 6 Januari 2023 | 22:25 WIB
Penampilan Blackpink di Coachella. (JAWAPOS.COM)
Penampilan Blackpink di Coachella. (JAWAPOS.COM)
Korea Selatan meneguhkan predikatnya sebagai salah satu negara dengan industri hiburan yang maju di dunia. Namun, Korea yang kita kenal sekarang berbeda dengan di era 1960-an.

Saat itu, akibat perang dan konflik dalam negeri, Korea menjadi salah satu negara miskin di Asia. Sejak rezim militer jatuh dan demokrasi mulai berlaku di akhir 1980-an, lambat laun Korea Selatan mampu bangkit. Sejak saat itu, industri hiburan mulai meletakkan pondasinya.

Kisah manis di hari ini diawali dari pendirian SM Studio pada 1989. Lee Soo-man, seorang mantan penyanyi folk dan rock yang baru pulang dari studi di Amerika Serikat pada tahun 1985, mendirikan studio tersebut.

Lee terinspirasi oleh kemajuan industri hiburan di Negeri Paman Sam. Dia ingin menduplikasi industri hiburan Amerika di tanah kelahirannya yaitu Korea.

Industri hiburan Korea waktu itu memang belum semaju Amerika. SM Studio dibangun di Gangnam, Seoul, dengan tujuan mengorbitkan bintang dengan karakteristik seperti di Amerika. Modal sekitar KRW 200 Juta dikeluarkan Lee.

Photo
Photo
Hyun Jin-young (GOOGLE IMAGE)

Tahun 1990, SM Studio mengorbitkan musisi pertama mereka. Yakni Hyun Jin-young, seorang penyanyi hip hop dan penari berbakat. Sayangnya, baru sebentar merasakan ketenaran, Jin-young tersandung kasus narkoba.

SM Studio tak menyerah. Di tahun 1992, mereka berinovasi dengan mengorbitkan grup vokal beranggotakan tiga laki-laki yang dinamai Seo Taiji and Boys. Grup tersebut tampil di ajang pencarian bakat yang dihelat di salah satu stasiun televisi, namun akhirnya kalah. Meski begitu, penampilan mereka ramai diperbincangkan.

Photo
Photo
Seo Taiji & Boys (GOOGLE IMAGE)

Di 1996, SM Studio bertransormasi menjadi SM Entertainment. Lee ingin perusahaannya melahirkan lebih banyak grup vokal seperti Seo Taiji and Boys. Di tahun yang sama pula, boyband High Five of Teenagers (H.O.T) diorbitkan oleh SM Entertainment. Debut H.O.T diikuti girlband S.E.S yang terdiri dari Sea, Eugene, dan Shoo.

Photo
Photo
Boyband H.O.T (GOOGLE IMAGE)

Siapa sangka, H.O.T dan S.E.S meledak di pasaran. Boyband dan girlband merupakan hal yang baru di Korea. Musik rock dan tradisional trot yang disukai sejak 1960-an mulai tergerus pop gaya baru ini.

Photo
Photo
Girlband S.E.S (GOOGLE IMAGE)

Untuk memanfaatkan momentum, SM Entertainment memperluas pasar dengan mengenalkan H.O.T dan S.E.S ke negara-negara lain di Asia. Mereka bahkan membawakan lagu dengan bahasa Jepang serta Tiongkok. Untuk membuat pasar yang berbeda-beda semakin cinta dengan boyband dan girlband dari Korea, penampilan di setiap negara disiapkan semaksimal mungkin.

Hasilnya, H.O.T memuncaki tangga lagu di berbagai negara seperti Taiwan dan Cina. HOT dan S.E.S seakan membuka jalan para idol dari Negeri Ginseng. Setelah mereka meredup, giliran BoA, seorang penyanyi solo, diorbitkan. Idol SM Entertainment kian laris manis. Mulai dari TVXQ (2003), Super Junior (2005), Girls Generation atau SNSD (2007), dan banyak lainnya.

Belakangan, pencetak idol bukan hanya SM Entertainment. Alhasil, semakin banyak idol dari Korea yang mampu mendunia. Termasuk Blackpink, BTS, dan masih banyak lagi. Mereka kian meneguhkan dominasi kpop di belantika musik dunia. (naz) Editor : Hengky Ristanto
#sm studio #hyun jin-young #h.o.t #girls generation #kpop #Korea Selatan #asal usul kpop #lee soo-man #seo taiji & boys #snsd #perkembangan industri hiburan #asal mula kpop #sm entertainment #s.e.s #sejarah kpop #BLACKPINK