Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Gadis Kretek: Potret Sejarah Industri Kretek, Intrik Politik Era 60-an, hingga Romantisme

Nur Wachid • Senin, 6 November 2023 | 19:43 WIB

 

GADIS KRETEK: Dian Sastrowardoyo berperan sebagai Dasiyah atau Jeng Yah dalam seris Gadis Kretek. (ISTIMEWA)
GADIS KRETEK: Dian Sastrowardoyo berperan sebagai Dasiyah atau Jeng Yah dalam seris Gadis Kretek. (ISTIMEWA)

GADIS Kretek atau Cigarette Girl menjadi serial terbaru Netflix-Base Entertainment yang laris manis dinikmati pecinta film. Baru dirilis Netflix 2 November 2023 lalu, Gadis Kretek bertengger di tangga nomor satu serial teratas di Indonesia hari ini.

Serial Gadis Kretek diadaptasi dari kisah dalam novel tulisan Ratih Kumala dengan judul sama. Novel yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama 2012 lalu itu tak kalah booming dari serial filmnya.

Novel Gadis Kretek masuk dalam Shortlist Kusala Sastra Khatulistiwa (KSK) 2012 lalu. KSK merupakan ajang penghargaan untuk karya kesusastraan Indonesia yang telah dimulai 2001 silam.

Serial Gadis Kretek disutradarai oleh Kamila Andini dan Ifa Isfansyah. Menggandeng artis papan atas sekelas Dian Sastrowardoyo membawakan peran Dasiyah alias Jeng Yah, Ario Bayu sebagai Soeraja atau Raja, Putri Marino memerankan Arum, Arya Saloka sebagai Lebas. Serta Winky Wiryawan sebagai Tegar, dan Dimas Aditya sebagai Karim.

Pada Mulanya Jeng Yah, Sosok Gadis Kretek

Serial Gadis Kretek dibawakan dengan alur campuran (maju-mundur) yang terbagi dalam lima episode. Ayahnya Lebas tengah terbaring sakit. Sebagai permohonan terakhirnya atas kesalahan masa lalu, ayahnya meminta Lebas mencari sosok Jeng Yah dengan petunjuk beberapa pucuk surat dan foto lawas.

Di awal cerita ini, Lebas tak mengetahui pasti siapa sosok Jeng Yah. Pun punya hubungan apa dengan Rama, begitu Lebas memanggil ayahnya. Lantaran penasaran, dia berangkat dari Jakarta menuju Kota M, tempat yang diyakini Jeng Yah berada.

Dibantu Karim, kakaknya, Lebas diberikan jalan mulus bertemu dengan Direktur Museum Kretek Indonesia di Kota M. Agar dapat mencari petunjuk tambahan tentang sosok Jeng Yah.

Di situlah, Lebas dipertemukan dengan Arum, seorang wanita yang berprofesi sebagai dokter di Kota M.

Di sela episode pertama ini, ditunjukkan kondisi Kota M 1964 silam. Sebuah kota dengan basis industri rokok kretek yang tumbuh subur.

Di Kota M ini pula dalam episode lanjutan, mengisahkan potret kejamnya persaingan industri rokok kretek masa lalu. Ditampilkan melalui persaingan bisnis kretek milik Keluarga Idroes, produksi andalannya rokok Merdeka Djaja, dengan Keluarga Djagad, rokok Proklamasi.

Jeng Yah, gadis jelita putri sulung Idroes mewakili perempuan tangguh pada zamannya. Dia punya ambisi kuat menyalurkan bakat meracik saus rokok kretek untuk mendongkrak penjualan pabrik milik ayahnya.

Wanita hanya menjadi konco wingking dalam perspektif kultur Jawa pada masa lampau. Jeng Yah tak diberi kesempatan memasuki pintu biru, ruang khusus untuk meracik saus kretek. Mitosnya, rasa kretek menjadi asam jika ruang itu dimasuki seorang wanita.

Idroes tetap mempercayakan kepada Budi, sebagai peracik saus di pabriknya. Meskipun Jeng Yah kekeh beberapa kali ingin adanya inovasi produk kretek buatan ayahnya.

Jeng Yah yakin, inovasi racikan saus mampu membawa rokok Merdeka Djaja merebut pasar. Apalagi ketika itu, gempuran rokok Proklamasi yang baru diluncurkan Djagad mulai mendapat tempat di pasaran.

Soeraja alias Raja muncul saat Jeng Yah diajak ayahnya ke pasar. Raja hampir mati dikeroyok para penagih utang. Gegara, Raja menolong para keluarga yang terjerat rentenir.

Pandangan Jeng Yah dan Raja seolah menyatu. Seperti ada romantisme yang terjalin dan berkelindan di antara keduanya. Tiba-tiba Raja tak sadarkan diri dihantam pukulan penagih utang.

Idroes jadi penyelamat bagi Raja dengan membawanya pulang. Raja diberi pekerjaan di pabrik milik Idroes. Jeng Yah, sebagai mandor pabrik nyaris setiap hari bertemu dengan Raja. Keduanya saling curi pandang dan menaruh rasa.

Awalnya, Jeng Yah terus melawan rasa dalam dirinya terhadap Raja. Akhirnya pasrah ketika dia dijodohkan oleh keluarganya, Seno, seorang prajurit yang gagah berani dipilih keluarganya untuk mendampingi Jeng Yah.

Idroes punya ambisi membesarkan bisnisnya lantaran Seno merupakan anak pemilik pabrik kretek dari daerah lain. Baginya, perkawinan Jeng Yah dan Seno sama halnya menyatukan dua industri rokok kretek agar mampu berekspansi ke pasar yang lebih luas.

 

(ISTIMEWA)
(ISTIMEWA)

Kretek Gadis dan Romantisme

Setelah acara pertunangannya dengan Seno, Jeng Yah seolah mati rasa. Harga dirinya sebagai perempuan semakin tertindas. Dia tak lagi diberikan kepercayaan membantu mengelola pabrik rokok kretek milik ayahnya.

Di saat itulah justru jiwa pemberotakannya tumbuh. Hingga meledak saat Raja mengendap masuk kamarnya melalui jendela di bawah guyuran hujan.

Pengkhianatan Jeng Yah pada Seno, tunangannya seolah menjadi hal wajar. Jeng Yah dan Raja bercengkrama, setelah dia tak lagi dapat menutupi rasa cintanya pada Raja. Keduanya saling menguatkan untuk berterus terang tentang hubungan mereka pada keluarga.

Kekuatan cinta menjadi bukti bagi Jeng Yah mampu meracik saus kretek dengan cita rasa khas. Dibantu Raja, Jeng Yah meramu tembakau srintil dicampur dengan rempah. Ditambah aroma Mawar membuat kretek buatannya memikat siapapun penikmatnya.

Di sinilah, penonton disuguhkan keberanian Jeng Yah menolak pinangan Seno yang tinggal menantikan tanggal resepsi pernikahan. Idroes murka sejadi-jadinya, di saat bersamaan Raja datang dengan penuh berani berterus terang mencintai Jeng Yah.

Amarah Idroes tak bisa dibendung, Raja diusir. Bukan Raja namanya jika menyerah. Dia melakukan apapun agar dapat memiliki Jeng Yah. Di luar, dia mulai berbisnis dengan industri rokok kretek yang terafiliasi dengan partai merah. Banyak yang merepresentasikan bahwa partai merah tersebut merupakan partai terlarang saat itu.

Raja yang masih bergelut dalam bisnis rokok membuatnya dipertemukan dengan Idroes di suatu saat. Keduanya berbincang di sebuah kedai di pasar. Kesempatan bagi Raja untuk meyakinkan Idroes bahwa untuk membesarkan bisnis rokok kreteknya tak harus dengan jalan perjodohan.

Raja mampu menggugah kesadaran hati Idroes, Jeng Yah-lah yang dapat membesarkan bisnisnya. Raja menyodorkan sebuah buntalan kain berisi kretek racikan Jeng Yah. Setelah menghirup dalam-dalam, Idroes semakin tersadar bahwa putri kesayangannya punya bakat handal meracik kretek.

Kesadaran Idroes menjadi jalan restu hubungan Raja dan Jeng Yah. Meluncurkan produk kretek racikan Jeng Yah, Kretek Gadis yang mampu merebut pasar. Pernikahan Raja dan Jeng Yah tinggal menunggu waktu.

 

Daftar Pembantaian Partai Terlarang  

Hadirnya Kretek Gadis mengancam rokok kretek Proklamasi milik Djagad. Entah kebetulan, terbitlah Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar). Surat yang menjadi pijakan peralihan kepemimpinan dari Orde Lama ke Orde Baru.

Isi surat tersebut perintah memulihkan keamanan dengan jalan membinasakan partai merah, termasuk membantai siapapun yang diduga berafiliasi dan tergabung di dalamnya. Di sinilah intrik politik ketika itu dapat dimainkan dengan oknum yang dekat dengan penguasa.

Djagad memasukkan nama Idroes dalam daftar pembantaian. Padahal jelas nama Raja yang menjadi sasaran aparat ketika itu. Namun Djagad pula yang menghapus nama Raja dari daftar itu. Tujuannya, agar Raja yang sebelumnya menolak pinangan Djagad bergabung di pabriknya agar bersedia membesarkan pabriknya.

Tanda silang berwarna merah dipasang aparat di pintu rumah Idroes. Idroes binasah, Jeng Yah dibawa aparat sebagai tawanan. Kaki Raja tertembus timah panas saat hendak menyelamatkan Jeng Yah. Namun, Jeng Yah meminta Raja menyelamatkan diri dengan maksud menolongnya di kemudian hari.

Cerita membawa Raja yang berlumur darah diselamatkan oleh Purwanti, anak gadis Djagad. Raja diobati hingga sembuh di rumah Djagad. Situasi membawa Raja tidak punya pilihan, selain bergabung dengan pabrik milik Djagad.

Djagad menjanjikan dan menjamin bahwa Jeng Yah selamat, jika Raja bersedia meracik Kretek Gadis untuk diproduksi massal di pabriknya. Perjanjian inilah yang sebenarnya dipegang teguh Raja, sekalipun harus menikahi Purwanti.

Ambisi dan intrik biadab Djagad baru disadari Raja setelah jalan takdir membawanya ke Jakarta untuk membesarkan industri rokoknya. Klimaks cerita hampir mencapai puncaknya, Raja bertemu dengan Jeng Yah di stasiun. Keduanya berjanji bertemu sepekan kemudian di stasiun tersebut untuk hidup bersama.

Waktu yang dinantikan tiba, Raja memenuhi janjinya datang ke stasiun di Kota M. Harapan pupus lantaran Jeng Yah tak menampakkan diri. Cita-cita Raja bersatu dengan Jeng Yah hanya tinggal impian.

Di akhir cerita, ketika Raja menua barulah seluruh simpul-simpul cerita terjawab. Jeng Yah tak datang lantaran ditentang adiknya. Hingga kondisi kesehatannya drop dan meninggal dunia. Pun tersingkap ketika Arum baru mengetahui bahwa dirinya merupakan anak hasil pernikahan Jeng Yah dengan Seno.

Permintaan maaf Raja beserta keluarga pada mendiang Jeng Yah dan Arum sekaligus menjadi penutup jalan cerita. Menebus kesalahan masa lalu. (kid)

Baca Juga: Sinopsis dan Pemeran Gadis Kretek yang Tayang di Netflix, Libatkan Aktor dan Aktris Papan Atas

 

Editor : Nur Wachid
#jeng yah #dian sastrowardoyo #rokok #sejarah #raja #kretek #romantisme #gadis #industri #ario bayu