SURABAYA, Jawa Pos Radar Madiun - Kisah pernikahan GL dan TK ini bisa menjadi pelajaran bagi para pasangan suami istri atau pasutri di Madiun Raya.
GL, si suami, tak pernah menafkahi keluarga sejak menikah tiga tahun silam. Alhasil, TK (sang istri) harus bekerja pontang panting mencukupi kebutuhan keluarga.
Lantas apa yang selama ini dilakukan GL? Rupanya, si suami tak tahu diri ini lebih banyak menganggur dan hanya main game tak kenal waktu.
TK mengaku sudah kerap mengingatkan suami untuk bekerja. Namun, GL selalu punya seribu satu alasan untuk menolak. Hal itu membuat GL dan TK sering bertengkar.
Tak tahan dengan perlakuan sang suami, TK memutuskan kabur dari rumah membawa anaknya. Dia kemudian menggugat cerai sang suami.
Gugatan cerai kepada GL diajukan TK lewat Pengadilan Negeri Surabaya. TK dalam gugatannya menjelaskan, GL tidak pernah peduli kepada dirinya dan anak.
GL lebih sering nongkrong bersama teman-temannya daripada mencari nafkah untuk keluarga. Bahkan GL juga meminta uang ke TK untuk uang saku bermain bersama temannya.
Jika tidak diberi, GL marah. Pun saat di rumah, GL lebih banyak bermain game. Dia tidak peduli sama sekali dengan keluarga.
Untuk urusan rumah tangga seperti bersih-bersih, dia tidak pernah cawe-cawe. Namun, jika saatnya makan, dia ikut makan.
"Suami tidak mau bekerja untuk mencari penghasilan buat memenuhi kebutuhan rumah tangga. Juga tidak bertanggung jawab sebagai ayah maupun suami," ujar TK, dikutip dari JawaPos.com.
Hakim mengabulkan gugatan TK. Kini perempuan itu telah resmi bercerai dengan suami. Hakim menganggap alasan TK untuk berpisah memenuhi syarat sehingga dikabulkan.
Dear suami dan ayah di Madiun Raya, jangan seperti GL, ya! (jawapos.com/naz)
Editor : Mizan Ahsani