Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

7 Tips dan Trik Berpakaian Batik Pria Sesuai dengan Postur Tubuh

Mizan Ahsani • Jumat, 2 Februari 2024 | 16:30 WIB

 

Cek 7 tips dan trik berpakaian batik pria sesuai dengan postur tubuh sebelum beli kemeja batik. (BLYTHE)
Cek 7 tips dan trik berpakaian batik pria sesuai dengan postur tubuh sebelum beli kemeja batik. (BLYTHE)

Jawa Pos Radar Madiun - Motif dan warna baju batik sudah keren, tapi kenapa begitu dipakai jadinya kurang oke di badan, ya? Mungkin ada yang nggak sesuai dengan postur tubuh kamu, nih.

Nah, sebelum beli kemeja batik baru, simak dulu yuk 7 tips dan trik berpakaian batik pria sesuai dengan postur tubuh di bawah ini.

Setelah itu, pasti kamu bisa lebih mudah memilih baju batik yang bikin penampilanmu makin kece!

Sesuaikan dengan Ukuran Bahu dan Lengan

Langkah yang pertama, seperti apa pun postur tubuh kamu, entah itu tinggi, pendek, kurus, sedang, atau gemuk, pastikan pilih baju batik dengan mempertimbangkan ukuran bahu dan panjang lengan.

Seperti apa sih baju batik yang tepat? Ini dia detailnya terkait bahu dan panjang lengan:

Kalau ukuran bahu dan lengan ini sudah dipahami dan diterapkan, setidaknya kamu sudah punya basic yang tepat dalam memilih baju batik pria.

Selanjutnya, bisa disesuaikan dengan postur dan ukuran tubuh masing-masing.

Pilih Motif untuk Si Tubuh Kurus

Kalau selama ini kamu suka pakai baju polos, mungkin belum tahu bahwa ukuran motif ternyata ada hubungannya dengan postur tubuh, lho.

Baik yang tubuhnya tinggi atau pendek, kalau kamu tipe yang kurus, maka disarankan pilih motif yang berukuran medium sampai besar.

Motif semacam ini ternyata bikin tubuh jadi kelihatan lebih berisi.

Ada banyak pilihan motif sedang hingga besar yang bisa kamu pilih. Misalnya motif mega mendung, parang barong, atau parang curigo. Pilih motif yang paling bikin kamu percaya diri.

Bagi yang nggak terbiasa dengan motif besar, ukuran medium juga sudah oke, kok. Yang paling penting, kita harus percaya diri dulu memakainya supaya terlihat semakin keren dan maskulin.

Nah, menariknya untuk yang bertubuh kurus, kamu bisa gunakan gaya layering atau bertumpuk untuk kesan tubuh lebih berisi.

Misalnya padukan dengan kardigan polos sebagai luaran. Bisa juga pakai jaket yang nggak terlalu tebal dan ukurannya pas dengan kemeja batik di dalamnya.

Pilih Warna dan Ukuran untuk Si Tubuh Kurus

Pemilik tubuh kurus sebenarnya bisa memakai warna yang lebih beragam dibandingkan yang tubuhnya gemuk.

Disarankan untuk menghindari warna hitam karena akan membuat tubuh terlihat semakin kecil dan seolah tenggelam di dalamnya.

Warna yang lebih disarankan adalah batik cerah, misalnya krem, biru muda, hijau daun, oranye cerah, dan lain sebagainya.

Sementara untuk ukuran kemeja batik pastikan pilih yang pas saja.

Meskipun kamu suka pakai gaya kemeja slim fit, tapi untuk baju batik sebaiknya dihindari, karena bakal bikin tubuh terlihat lebih kurus.

Kemeja batik yang terlalu besar juga bikin tubuh kurus seolah tenggelam.

Pilih Kemeja Batik Lengan Panjang untuk Si Tubuh Gemuk

Sekarang kita beralih ke pria yang bertubuh gemuk. Bagi yang punya postur gemuk, terutama ada kelebihan lemak yang terlihat jelas di bagian lengan, lebih disarankan memilih kemeja batik lengan panjang daripada lengan pendek.

Model ini bisa menutupi lengan dengan baik.

Meski pakai kemeja batik lengan panjang untuk menutupi kelebihan di lengan, tetap usahakan pilih ukuran yang nggak terlalu kebesaran, ya.

Baju yang terlalu besar di tubuh gemuk justru akan menambah kesan besar, bukannya menutupi.

Pilih Motif Batik Vertikal untuk Si Tubuh Gemuk

Banyak pemilik tubuh gemuk yang menghindari baju bermotif karena cenderung bikin tubuh terlihat lebih gemuk lagi.

Sebagai solusinya, kamu bisa pilih motif batik yang bentuknya vertikal, karena akan memberikan ilusi tubuh jadi lebih langsing.

Motif batik yang harus dihindari pemilik tubuh gemuk adalah garis-garis horizontal. Motif ini membuat ilusi tubuh jadi lebih lebar dari sebenarnya.

Selain itu, hindari juga motif yang ukurannya terlalu besar, karena tubuh justru terlihat lebih besar lagi.

Pilih motif ukuran sedang atau kecil  saja, karena bakal memberi kesan tubuh lebih proporsional.

Pilih Warna Baju Batik dan Celana Senada untuk Si Tubuh Gemuk

Pemilik postur tubuh kurus lebih bebas dalam memilih warna, mereka bisa tabrak warna, bahkan tabrak pola dengan leluasa.

Sementara itu, bagi pemilik postur tubuh gemuk disarankan memilih baju batik dengan celana yang warnanya senada.

Paduan ini memberi kesan lebih sederhana, nggak ramai dan motif batik pun jadi nggak terlalu mencolok.

Beberapa warna yang dianggap “aman” untuk tubuh gemuk adalah kemeja batik coklat tua dengan celana panjang coklat tua atau hitam.

Atau baju batik biru tua dengan celana panjang abu-abu tua atau hitam, dan warna-warna gelap lainnya.

Padukan dengan Celana yang Tepat

Terakhir, paduan dengan celana juga nggak bisa dikesampingkan. Baju batik sudah sempurna, tapi kalau pilihan celananya kurang oke, secara keseluruhan tampilanmu juga nggak bakal keren.

Berikut ini beberapa tips dalam memilih celana yang dipadukan dengan baju batik pria:

Itu dia 7 tips dan trik berpakaian batik pria sesuai dengan postur tubuh yang bisa kamu terapkan supaya tetap kece mendatangi berbagai acara dengan batik.

Sebagai tambahan, kalau kamu suka pakai aksesoris, pastikan pilih yang simpel saja selama pakai batik, terutama untuk acara semi formal dan formal.

Pilih jam tangan saja yang simpel dan elegan supaya semakin oke.

Untuk acara kasual, baik yang postur tubuhnya kecil maupun besar, boleh-boleh saja menambahkan gelang supaya terkesan lebih santai.

Pastikan ukuran gelangnya juga pas dan jumlahnya nggak terlalu banyak. Selamat mencoba padu-padan gaya dengan kemeja batik! (*)

Editor : Mizan Ahsani
#batik #tips #Trik #tubuh #kemeja #postur #Berpakaian