Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Tausiyah Ramadan: Momen Memaafkan Beda Pilihan

Mizan Ahsani • Sabtu, 16 Maret 2024 | 00:30 WIB

Ilustrasi saling memaafkan (FREEPIK)
Ilustrasi saling memaafkan (FREEPIK)

Oleh: Rizqi Akbarani*

RAMADAN 1445 Hijriah telah tiba. Momen bulan suci yang bertepatan dengan berakhirnya pesta demokrasi pemilu 2024.

Di tengah gonjang-ganjing politik, serta perbedaan dalam pilihan.

Momen ramadan kali ini jadi waktu tepat menghapuskan setiap gesekan yang ada. Kembali fitri, dan sambut kemenangan nanti.

Ramadan, bulan suci penuh berkah dan pengampunan.

Momen yang pas untuk berdamai dengan keadaan.

Memperbaiki relasi sosial, serta hubungan antar masyarakat, keluarga, pertemanan hingga hubungan teman kerja yang renggang dampak Pemilu.  

Adanya perbedaan pilihan lumrah memicu drama dalam kehidupan.

Seperti berseteru dengan keluarga, merusak pertemanan, dimusuhi rekan kerja, bahkan saling menghujat di media sosial.

Baca Juga: Tausiyah Ramadan: Aroma Mulut Orang Puasa dan Minyak Kasturi

Semua gesekan perpecahan itu hanya karena beda pilihan siapa presidennya.

Tak etis rasanya, menyia-nyiakan momen ramadan bila masih menyimpan dengki dan dendam Pemilu.

Sikap legowo menerima kekalahan dan kemenangan patut dilakukan.

Fokus mengisi hal-hal positif seperti ibadah dan memperbaiki diri.

Saling mendoakan agar diberikan kebaikan.

Doakan yang menang dalam pemilu, agar dapat mengemban amanahnya dan kalah agar diberikan ketabahan dan kesabaran.

Lebih penting lagi juga mendoakan Indonesia agar lebih baik dan lebih damai. Sudahi perdebatan dan saling menghujat karena Pemilu sementara, Saudara selamanya. (prog)

*) Penulis adalah Dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Ponorogo

Editor : Mizan Ahsani
#ramadan #media sosial #hubungan #pertemanan #pemilu