Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Intip Makanan Mewah Ala Prancis untuk Atlet Olimpiade 2024 Paris, Disajikan Restoran Terbesar di Dunia!

Mizan Ahsani • Minggu, 5 Mei 2024 | 19:00 WIB
MEWAH: Kantin Kampung Atlet Olimpiade 2024 Paris menyediakan makanan mewah untuk atlet Indonesia dan seluruh negara. (OLYMPICS)
MEWAH: Kantin Kampung Atlet Olimpiade 2024 Paris menyediakan makanan mewah untuk atlet Indonesia dan seluruh negara. (OLYMPICS)

Jawa Pos Radar Madiun - Timnas Indonesia U-23 gagal mengamankan tiket lolos Olimpiade 2024 Paris dari Piala Asia U-23.

Garuda Muda harus takluk dari Irak pada perebutan juara tiga.

Hasil itu memaksa skuad asuhan Shin Tae-yong melakoni laga playoff menghadapi Guinea, sang wakil dari Afrika, pada Kamis (9/5) mendatang.

Hari ini, Minggu (5/5), Indonesia bertolak ke Prancis guna menyiapkan laga hidup mati tersebut.

Jika lolos olimpiade, para pemain Indonesia akan dimanjakan fasilitas mewah.

Prancis sebagai tuan rumah menyiapkan fasilitas kelas atas kepada para atlet di seluruh cabang olahraga.

Dari segi makanan, asupan gizi para pemain akan dipasok oleh Sodexo Live!, sebuah perusahaan katering yang ditunjuk pihak panitia.

Perusahaan itu akan membuka restoran terbesar di dunia di Paris guna menyajikan makanan yang akan disantap para atlet di Olimpiade dan Paralimpiade.

Rencana, kantin Olimpiade dan Paralimpiade akan dibuka mulai 12 Juli.

Ini merupakan restoran berkapasitas 3.500 tempat duduk yang menyajikan makanan 24/7 sepanjang Olimpiade 2024 Paris.

"Kampung Atlet ini ini akan menjadi jantung kehidupan bagi 15.000 atlet dari seluruh dunia," kata Direktur Operasional Sodexo Live! Laurent Pasteur, via laman resmi Olimpiade.

"Di Kampung Atlet, katering mempunyai peran penting: memberikan kontribusi terhadap performa atlet dengan menu yang disesuaikan dengan olahraga," ujarnya.

"Selain itu, katering juga memenuhi ekspektasi para atlet dari setiap benua, dengan lebih dari 200 kebangsaan, sehingga setiap orang terasa seperti di rumah sendiri," imbuh Laurent.

Sekitar 15.000 atlet internasional akan tinggal di Kampung Atlet Olimpiade dan Paralimpiade dengan 40 makanan berbeda yang ditawarkan setiap hari.

Ada empat tema yang disiapkan, yaitu Prancis, Asia, Afrika-Karibia, dan internasional.

Setiap atlet akan menemukan sesuatu yang mereka sukai.

Selain itu, akan ada bar salad dengan lebih dari 30 pilihan, pemanggang dengan daging dan makanan pendamping, bagian meja keju, dan bagian meja roti.

Juga ada prasmanan makanan panas, bar hidangan penutup, dan berbagai macam buah-buahan.

Namun, itu bukanlah satu-satunya pilihan yang tersedia bagi para atlet. Mereka juga bisa belajar cara membuat salah satu hidangan paling terkenal di Prancis: baguette.

Akan ada toko roti di Kampung Atlet Olimpiade dan Paralimpiade yang akan mengadakan lokakarya untuk para atlet.

"Bagi kami, jelas bahwa harus ada roti di Kampung Atlet Olimpiade. Kami ingin membuat baguette kami sendiri di Kampung Atlet," ujar koki eksekutif Sodexo Live! Stéphane Chicheri.

"Kami juga akan menyelenggarakan lokakarya di mana para atlet bisa membuat baguette. Kita bisa berbagi momen itu dengan mereka."

Contoh menu makanan di restoran utama, di antaranya Brandade de morue (ikan cod garam dan kentang tumbuk) untuk menu Prancis.

Juga ada kembang kol dan kentang panggang dengan kunyit untuk menu Asia.

Untuk menu Afrika/Karibia, ada Chakchouka (hidangan tumis paprika, bawang bombay, tomat dan merica), dan daging domba dengan saus mint untuk menu internasional.

Akan ada area seperti food court di antara pintu masuk Kampung Atlet dan restoran.

Area tersebut akan terdiri dari teras luar ruangan seluas 500 meter persegi.

Beberapa makanan khas juga akan ditawarkan kepada para atlet.

Makanan khas tersebut merupakan buah kerjasama Sodexo Live! dengan sejumlah chef, antara lain Akrame Benallal, Amandine Chaignot, dan Alexandre Mazzia.

"Bagi saya, jika datang ke Paris, croissant adalah salah satu hal pertama yang ingin kami makan," kata chef Amandine Chaignot

"Kami akan membuat croissant dengan artichoke dan truffle. Ini adalah resep vegetarian yang mudah dan menyenangkan untuk dimakan sambil jalan."

Menu tersebut memenuhi berbagai kebutuhan yang disesuaikan dengan nutrisi para atlet serta upaya untuk menyediakan katering berkelanjutan yang diterapkan oleh Olimpiade.

Makanan lokal dan musiman juga akan menjadi inti dari menu yang ditawarkan karena membantu mengurangi jejak karbon.

Nilai gizi dan dampak lingkungan dari setiap hidangan akan dipajang di kantin. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#indonesia #kampung atlet #restoran #guinea #paris #makanan #playoff #olimpiade 2024