Jawa Pos Radar Madiun - Majapahit merupakan kerajaan terbesar di Asia Tenggara pada masa lalu.
Puncaknya pada abad ke-13 saat Patih Gajah Mada menjadi panglima perang dan dikenal dengan Sumpah Palapa-nya.
Menurut cacatan sejarah, kala itu kekuasaan Majapahit meliputi hampir seluruh wilayah Nusantara, bahkan hingga Kamboja dan sebagian Filipina.
Majapahit menguasai Nusantara dengan cara diplomasi dagang, perkawinan antar keluarga kerajaan, dan perang penaklukan.
Dalam melaksanakan ekspansinya kala itu, Majapahit mengandalkan armada lautnya.
Kapal-kapal perang Majapahit berukuran empat kali lebih besar daripada kapal perang Eropa dengan jumlah mencapai belasan ribu.
Untuk sekali ekspansi ke satu wilayah, Majapahit mengirim hingga 400 kapal perang lengkap dengan ribuan pasukan infanteri, kavaleri, dan artileri yang semuanya memiliki kemampuan amfibi.
Majapahit saat itu juga sudah menggunakan pasukan berkonsep marinir yang terlatih untuk berperang di rawa, laut, sungai, pantai, dan hutan.
Marinir Majapahit ini langsung menyerbu pantai musuh sesaat setelah dibombardir meriam.
Kemudian, meluluh-lantakkan benteng-benteng pertahanan musuh.
Pada era Gajah Mada, Majapahit memiliki dua jenis pasukan khusus yakni Dharmaputra dan Bhayangkara.
Dharmaputra beranggotakan para perwira, bangsawan, dan pandhita yang memiliki kesaktian tinggi.
Sedangkan Bhayangkara terdiri para prajurit dengan kualifikasi dan spesialisasi khusus. (isd)
Editor : Wawan Isdarwanto