Jawa Pos Radar Madiun - Ramadhan 2025 akan segera tiba dan ini adalah waktu yang tepat bagi umat Muslim untuk menyelesaikan utang puasa tahun lalu (qadha puasa).
Namun, bagaimana jika kita ingin menjalankan puasa sunnah seperti Senin Kamis atau Ayyamul Bidh bersamaan dengan qadha puasa?
Buya Yahya menjelaskan bahwa qadha puasa Ramadhan adalah wajib dan kita memiliki waktu 11 bulan untuk melaksanakannya.
Lantas, bolehkah menggabungkan qadha puasa dengan puasa sunnah?
Dalam sebuah video ceramah di kanal YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya berpendapat bahwa hal tersebut diperbolehkan, asal niat qadha puasa Ramadhan tetap disertakan.
Beliau mencontohkan qadha puasa di bulan Syawal yang bisa digabungkan dengan puasa sunnah Syawal.
Keutamaan Menggabungkan Qadha Puasa dan Puasa Sunnah
Menggabungkan qadha puasa dengan puasa sunnah memiliki keutamaan tersendiri.
Selain mendapatkan pahala qadha puasa sebagai kewajiban, kita juga mendapatkan pahala puasa sunnah yang sangat dianjurkan.
Tips Melaksanakan Qadha Puasa dan Puasa Sunnah
1. Niat yang Benar
Pastikan untuk selalu menyertakan niat qadha puasa Ramadhan sebelum memulai puasa, meskipun digabungkan dengan puasa sunnah.
2. Prioritaskan Qadha Puasa
Utamakan untuk menyelesaikan qadha puasa terlebih dahulu sebelum memperbanyak puasa sunnah.
3. Manfaatkan Waktu
Gunakan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya untuk melaksanakan qadha puasa dan puasa sunnah secara bersamaan.
Sosok bernama asli KH Yahya Zainul Maarif itu mengatakan jika seorang Mukmin berniat membayar utang saat puasa syawal yang jatuh di hari senin atau kamis.
Maka artinya ia berkesempatan mendapatkan tiga pahala yakni syawal, utang puasa sebanyak satu hari dan puasa Senin Kamis.
Menggabungkan qadha puasa Ramadhan dengan puasa sunnah adalah hal yang diperbolehkan dalam Islam.
Dengan niat yang benar dan Prioritas yang tepat, kita bisa mendapatkan pahala dari kedua ibadah tersebut.
(*/naz)
*Penulis: Fauzia Adelia Cahya Ningrum/Politeknik Negeri Madiun
Editor : Mizan Ahsani