Jawa Pos Radar Madiun - Burung kenari Yorkshire menjadi salah satu jenis kenari paling diminati oleh pecinta burung kicau.
Dengan postur tegap, kaki jenjang, serta kepala besar yang khas, burung ini tak hanya memikat dari segi penampilan tetapi juga memiliki suara lantang dan merdu.
Tak heran jika Yorkshire sering menjadi primadona dalam berbagai kontes burung, baik dari segi suara maupun postur tubuhnya.
Kenari Yorkshire merupakan hasil persilangan kenari Lancashire dan kenari Belgia.
Burung ini banyak ditemukan di negara-negara seperti Belanda, Italia, dan Inggris.
Dengan perawatan yang tepat, Yorkshire bisa menjadi burung berkualitas tinggi yang siap berlaga di kompetisi kicau bergengsi.
Ciri Khas Kenari Yorkshire
1. Ukuran lebih besar dari kenari biasa, sekitar 16-17 cm
2. Postur tubuh tegap dan kaki jenjang
3. Kepala besar atau barong
4. Memiliki berbagai variasi warna yang indah
Cara Merawat Kenari Yorkshire agar Berprestasi
1. Memberikan pakan dengan protein tinggi
2. Membersihkan sangkar setiap sore
3. Mengganti pakan dan minuman di sore hari
4. Memberikan ekstra fooding minimal dua kali seminggu
5. Memandikan dan menjemur minimal dua hari sekali
6. Menggunakan krodong di malam hari untuk menghindari gigitan nyamuk dan angin malam
Harga burung ini cukup fantastis, mulai dari Rp5 juta untuk yang masih bahan dan bisa mencapai puluhan juta bagi kenari Yorkshire yang sudah memiliki prestasi di berbagai kompetisi kicau.
"Kenari Yorkshire bukan hanya soal keindahan postur dan suara, tetapi juga soal karakter dan perawatan yang tepat. Jika dirawat dengan baik, burung ini bisa menjadi juara di berbagai ajang kontes. Keunggulannya menjadikannya investasi yang bernilai tinggi bagi pecinta burung kicau," ujar Aldian Dwi Bahtiar, ketua tim ACBS Gank, salah satu komunitas pecinta Kenari di Kabupaten Madiun, Senin (24/2).
Kenari Yorkshire bukan sekadar burung hias, tetapi juga aset berharga bagi para penghobi burung kicau.
Dengan perawatan optimal, burung ini dapat berkembang menjadi juara di arena kompetisi dan kebanggaan bagi pemiliknya. (rehan/ota)
Editor : Mizan Ahsani