Jawa Pos Radar Madiun - Hello sobat mancing semuanya!
Liburan kali ini, saya memutuskan untuk berburu ikan bawal di salah satu kolam pancing di daerah Madiun Utara, tepatnya di Kecamatan Balerejo.
Saya ingin mencoba peruntungan mancing bawal monster dengan umpan alam yang gampang didapat.
Tapi sebelum berangkat, ada beberapa hal penting yang harus dipahami.
Kenalan Dulu sama Karakteristik Ikan Bawal
Bawal adalah ikan predator yang hidup bergerombol.
Secara fisik, mereka mirip dengan ikan piranha dari sungai Amazon.
Sebagai predator, bawal sangat suka dengan umpan hidup atau yang bisa bergerak di dalam air.
Umpan favorit bawal antara lain cacing, udang kecil, ikan cere, ulat daun pisang, hingga ulat mengkudu.
Dari sekian banyak pilihan, menurut saya ulat mengkudu adalah yang paling gacor.
Ulat mengkudu berwarna hijau dengan ujung runcing di ekor.
Kalau sudah berumur, warnanya berubah kecoklatan.
Namun mencari ulat mengkudu tidak mudah.
Tidak semua pohon mengkudu ada ulatnya, jadi harus sabar dan teliti.
Kali ini, saya berhasil mendapatkan tujuh ekor ulat mengkudu.
Untuk jaga-jaga, saya juga menyiapkan umpan cadangan, yaitu cacing kalung.
Cacing ini berwarna coklat kehitaman, dengan tanda melingkar kekuningan di bagian kepala.
Biasanya cacing kalung banyak ditemukan di sekitar tempat pembuangan kotoran ternak.
Jangan Salah Pilih Rangka Pancing
Saya lebih suka menggunakan dua mata kail saja.
Alasannya, semakin banyak mata kail, getaran saat lemparan ke air makin besar.
Kalau terlalu bising, ikan malah kabur.
Saya memasang timah kecil di atas mata kail dan menggunakan pelampung agak besar supaya bisa mengatur kedalaman umpan dengan mudah.
Perhatikan Gelembung Kecil di Permukaan Air
Munculnya gelembung kecil itu biasanya itu tanda datangnya gerombolan bawal.
Segera lempar umpan di sekitaran gelembung, besar kemungkinan langsung disambar.
Tapi ingat, setelan umpan juga harus disesuaikan.
Kalau bawal banyak naik ke permukaan dan berkejaran, gunakan teknik umpan gantung.
Jarak antara umpan dan pelampung sekitar dua jengkal, atau 25–30 cm dari permukaan air.
Tapi kalau air tenang dan ikan tidak aktif di permukaan, pakai teknik dasar.
Jangan sampai umpan menyentuh dasar kolam.
Cukup atur agar umpan tergantung 10–20 cm di atas dasar kolam.
Alhamdulillah, sesuai ekspektasi, mancing kali ini sukses besar.
Saya berhasil membawa pulang tiga ekor bawal monster dan beberapa ikan patin sebagai bonus.
Nah, mancing bawal monster itu tidak sulit kalau paham karakter ikan, memilih umpan yang tepat, dan membaca situasi kolam.
Yang terpenting, nikmati setiap momennya.
Karena dalam dunia mancing, bukan cuma hasil yang berharga, tapi juga proses dan keseruannya.
Selamat mencoba, sobat mancing!
Semoga strike terus! (fin)
Editor : AA Arsyadani