Jawa Pos Radar Madiun – Di era digital seperti sekarang, scrolling media sosial menjadi kebiasaan yang nyaris tak terelakkan.
Dari bangun tidur hingga jelang tidur lagi, banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam di Facebook, Instagram, TikTok, hingga YouTube.
Aktivitas ini sering kali dianggap sebagai hiburan ringan. Namun di balik itu, ternyata kebiasaan scrolling bisa mencerminkan kepribadian tertentu.
Menurut laman Hack Spirit, terdapat tujuh ciri kepribadian yang sering ditemukan pada orang yang terus-menerus scrolling media sosial. Apa saja?
1. Terjebak dalam Lautan Informasi
Orang yang hobi scrolling cenderung tenggelam dalam konsep flow, yakni kondisi ketika seseorang larut dalam aktivitas hingga lupa waktu.
Ini menunjukkan kurangnya hobi bermakna di luar dunia digital.
2. Kebiasaan Menunda-Nunda
Kata-kata seperti "lima menit lagi" sering jadi pembenaran saat menggulir linimasa.
Padahal, waktu yang terbuang bisa mencapai berjam-jam.
Otak terus mencari konten menyenangkan lewat algoritma yang menyesuaikan dengan preferensi pengguna.
3. Kecanduan Layar
Tanpa aktivitas lain, media sosial menjadi pelarian utama.
Mereka lebih memilih layar ponsel ketimbang aktivitas nyata yang membangun, karena tidak memiliki alternatif yang menyenangkan secara langsung.
4. Gangguan Tidur
Penelitian menunjukkan keterkaitan langsung antara penggunaan ponsel berlebihan dengan kualitas tidur yang menurun. Cahaya layar biru dan paparan konten bisa memicu insomnia.
5. Lelah Emosional
Paparan konten viral atau negatif terus-menerus memicu stres dan kelelahan emosional. Ini bisa memengaruhi suasana hati dan produktivitas secara keseluruhan.
6. Merasa Tahu Segalanya
Scrolling bisa menimbulkan ilusi pengetahuan. Banyak orang merasa tahu suatu isu hanya karena membaca judul berita.
Bias kognitif ini dijelaskan oleh Daniel Kahneman, di mana otak memprioritaskan informasi yang mudah diingat, bukan yang mendalam.
7. Kehilangan Koneksi Nyata
Hubungan nyata dengan orang sekitar bisa terkikis karena terlalu fokus pada dunia maya. Waktu untuk orang tercinta tergeser oleh waktu layar.
Ini bisa berdampak pada kualitas hubungan sosial dan emosional seseorang. (ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira