Jawa Pos Radar Madiun - Persaingan di pasar SUV listrik Indonesia kian panas.
Setelah Wuling Binguo EV dan Hyundai Ioniq 5 mengisi segmen awal, kini muncul dua nama baru yang langsung mencuri perhatian: Chery Omoda E5 dan Polytron G3+.
Meski sama-sama hadir dengan tampilan futuristik dan performa motor listrik 150 kW, keduanya menyasar konsumen dengan strategi dan pendekatan fitur yang berbeda.
Chery Omoda E5, yang resmi meluncur di Indonesia awal 2024, hadir dengan spesifikasi mengesankan.
SUV 5-penumpang ini dibekali motor listrik bertenaga 201 hp dan torsi 340 Nm.
Ditenagai baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 61,1 kWh, mobil ini mampu menempuh jarak hingga 430 km berdasarkan standar WLTP.
Dikutip dari situs resmi Chery Australia, Omoda E5 mampu berakselerasi dari 0–100 km/jam dalam 7,6 detik dan mencapai kecepatan maksimum 172 km/jam.
Sementara itu, Polytron G3+, yang baru saja dirilis pada perayaan 50 tahun Polytron, menawarkan performa yang tak kalah impresif.
Mobil ini mengusung motor listrik 150 kW (setara 201 hp) dengan torsi 320 Nm.
Baterainya berkapasitas 51,9 kWh menggunakan teknologi LFP, dan diklaim mampu menjangkau 402 km berdasarkan standar CLTC asal Tiongkok.
Seperti dilaporkan oleh VOI.id, Polytron membekali G3+ dengan fitur canggih seperti layar infotainment 12,8 inci, sistem ADAS dengan 21 sensor, dan konektivitas Apple CarPlay serta Android Auto.
Dalam hal desain, Omoda E5 tampil agresif dengan tarikan garis tajam, lampu DRL tipis, dan grill tertutup khas mobil listrik.
Interiornya didominasi layar lengkung 24,6 inci yang memadukan panel instrumen dan sistem hiburan, menciptakan nuansa premium dan high-tech.
Sedangkan Polytron G3+ menawarkan desain minimalis elegan dengan dashboard bertekstur kayu, sistem audio 8-speaker XBR, dan layout kabin yang bersih.
Soal fitur keselamatan dan kenyamanan, keduanya tidak tanggung-tanggung.
Omoda E5 sudah dilengkapi Automatic Emergency Braking, Lane Keep Assist, dan Adaptive Cruise Control.
Polytron G3+ tak mau kalah dengan Vehicle-to-Load (V2L), 6 airbag, ABS, EBD, serta sistem parkir otomatis.
Perbedaan mencolok justru terlihat pada pendekatan kepemilikan baterai.
Jika Chery Omoda E5 dijual dalam skema konvensional (harga OTR Rp425,5 juta termasuk baterai), maka Polytron G3+ menawarkan dua model pembelian: non-subscription (Rp459 juta termasuk baterai), dan subscription (Rp339 juta tanpa baterai, dengan sewa bulanan Rp1,2 juta untuk 1.500 km pertama).
Model fleksibel ini disebut-sebut sebagai strategi jitu Polytron untuk menjangkau lebih banyak konsumen.
Dari sisi dimensi, Omoda E5 sedikit lebih kompak dengan panjang 4.424 mm dan wheelbase 2.630 mm.
G3+ tampil lebih besar, dengan panjang 4.720 mm dan wheelbase 2.800 mm, memberikan kabin yang lebih lega.
Namun, Omoda E5 menang dalam efisiensi daya dan akselerasi, sementara G3+ unggul dalam fitur konektivitas dan kenyamanan berkendara. (gar)
Editor : Tegar Rukmana