Jawa Pos Radar Madiun - Polytron G3 dan G3+, dua mobil listrik murni buatan dalam negeri, hadir membawa angin segar di tengah persaingan mobil listrik global.
Salah satu keunggulan yang layak disorot adalah dukungan terhadap DC fast charging, fitur yang kini menjadi standar penting dalam kendaraan listrik modern.
Namun, fitur tersebut tampaknya belum bisa dimanfaatkan secara optimal karena Polytron belum menyediakan jaringan SPKLU sendiri khusus untuk mobil roda empat.
Dikutip dari laman resmi Polytron.co.id, baik G3 maupun G3+ telah dibekali dengan port pengisian daya cepat berbasis arus searah (DC).
Dengan teknologi ini, pengisian daya dari 20% ke 70% diklaim hanya membutuhkan waktu sekitar 35 menit.
Angka ini tentu mengesankan, terutama untuk pengguna urban yang membutuhkan efisiensi waktu tinggi.
Sayangnya, hingga saat ini Polytron baru membangun stasiun pengisian daya khusus untuk motor listrik seperti Fox-R, bukan untuk mobil.
Artinya, pengguna mobil listrik Polytron tetap harus mengandalkan SPKLU publik dari PLN atau operator lain yang kompatibel dengan sistem DC mereka.
Meskipun demikian, kehadiran fitur DC charging tetap menjadi langkah maju yang patut diapresiasi.
Di segmen mobil listrik lokal, hanya sedikit yang menawarkan kemampuan ini dengan harga kompetitif.
G3 dan G3+ juga dilengkapi dengan onboard AC charger 6,6 kW dan 11 kW, yang dapat digunakan untuk pengisian daya rumahan dalam waktu 3,5–5 jam tergantung modelnya.
Dengan banderol mulai dari Rp 299 juta (dengan sistem sewa baterai) hingga Rp 459 juta (dengan baterai milik penuh), Polytron menyuguhkan solusi kendaraan listrik ramah lingkungan yang cocok untuk penggunaan dalam kota—dengan catatan: pengguna perlu merencanakan pengisian dengan matang, terutama jika ingin memanfaatkan fitur DC fast charging secara maksimal. (gar)
Editor : Tegar Rukmana