Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Mobil Listrik vs Bensin: Ini Biaya Operasional Polytron G3+ dan Honda HR-V Selama Setahun! Mana Lebih Irit?

Tegar Rukmana • Jumat, 9 Mei 2025 | 16:44 WIB
Polytron G3+ dan Honda HR-V—dua SUV beda zaman, sama-sama efisien tapi beda cara hematnya.
Polytron G3+ dan Honda HR-V—dua SUV beda zaman, sama-sama efisien tapi beda cara hematnya.

Jawa Pos Radar Madiun - Mobil listrik mulai menjadi pilihan realistis masyarakat Indonesia, terutama dengan hadirnya SUV lokal seperti Polytron G3+ yang menawarkan skema pembelian fleksibel.

Sementara itu, mobil konvensional seperti Honda HR-V masih menjadi favorit karena jaringan servis yang luas dan nilai jual kembali yang stabil.

Namun, dalam hitungan biaya operasional tahunan, apakah benar mobil listrik seperti G3+ lebih hemat dibandingkan HR-V?

Dari sisi harga pembelian, Polytron G3+ dengan skema sewa baterai dibanderol Rp 339 juta (tanpa kepemilikan baterai), sedangkan Honda HR-V varian entry level (1.5L S CVT) berada di kisaran Rp 392,1 juta.

Selisih harga awal ini cukup signifikan, tetapi bagaimana dengan biaya harian dan tahunan?

Untuk Polytron G3+, sistem sewa baterainya dikenakan Rp 800 per kilometer, dengan minimum penggunaan 1.500 km per bulan.

Itu berarti biaya sewa baterai minimum adalah Rp 1,2 juta per bulan, atau Rp 14,4 juta per tahun.

Dari sisi konsumsi listrik, G3+ rata-rata menghabiskan 13 kWh per 100 km, dan dengan asumsi harga listrik rumah tangga R2 sebesar Rp 1.444,70 per kWh, biaya untuk menempuh 15.000 km per tahun adalah sekitar Rp 2,8 juta.

Ditambah estimasi biaya perawatan ringan sebesar Rp 1 juta, total pengeluaran tahunan untuk G3+ mencapai sekitar Rp 18,2 juta.

Bandingkan dengan Honda HR-V, yang mengonsumsi rata-rata 1 liter bensin untuk 16 km.

Untuk menempuh jarak 15.000 km per tahun, dibutuhkan sekitar 937 liter bensin.

Dengan asumsi penggunaan Pertamax seharga Rp 13.000 per liter, maka total biaya bahan bakar mencapai Rp 12,2 juta.

Dari sisi perawatan, Honda menyarankan servis berkala setiap 6 bulan atau 10.000 km.

Estimasi biaya servis ringan dan sedang per tahun bisa mencapai Rp 4,5 juta, ditambah penggantian oli dan suku cadang seperti filter udara serta kampas rem senilai sekitar Rp 1 juta.

Maka total pengeluaran tahunan HR-V adalah sekitar Rp 17,7 juta.

Perbandingan ini menunjukkan bahwa secara nominal, biaya operasional tahunan Polytron G3+ dan Honda HR-V nyaris imbang.

Namun, mobil listrik seperti G3+ memiliki keunggulan tambahan seperti minimnya komponen bergerak, bebas emisi, dan tidak memerlukan penggantian oli mesin, radiator, atau sistem knalpot.

Belum lagi, Polytron menjanjikan layanan ekstra seperti portable charger gratis, layanan roadside assistance 24 jam, dan jaminan harga jual kembali hingga 70% dalam 3 tahun—yang menjadi nilai tambah dalam ekosistem EV yang masih berkembang.

Sementara itu, Honda HR-V unggul dari sisi resale value yang sudah terbukti, ketersediaan bengkel resmi luas, dan pengalaman berkendara yang telah matang secara global.

Namun konsumen tetap harus memperhitungkan volatilitas harga BBM dan biaya perawatan mesin konvensional yang terus meningkat. (gar)

Editor : Tegar Rukmana
#bensin #honda hr-v #mobil listrik #sewa baterai #hemat #Polytron G3 #tahunan #biaya