Jawa Pos Radar Madiun - Popularitas Toyota Starlet tak pernah surut meski sudah puluhan tahun tidak diproduksi.
Mobil hatchback legendaris ini kini justru kembali naik daun dan menjadi buruan para kolektor hingga generasi muda, seiring tren mobil retro tahun 80-an dan 90-an yang tengah booming di Indonesia.
Toyota Starlet hadir dalam dua generasi populer: Starlet Kotak (1985–1989) dan Starlet Kapsul (1990–1998).
Penamaan tersebut merujuk pada bentuk bodinya.
Starlet kotak memiliki tampilan mengotak khas era 80-an, sementara Starlet kapsul tampil lebih membulat dan aerodinamis mengikuti tren desain 90-an.
Dimensi dan Mesin Toyota Starlet
Starlet Kotak memiliki dimensi panjang 3.700 mm, lebar 1.660 mm, dan tinggi 1.490 mm.
Starlet Kapsul sedikit lebih besar dengan panjang 3.720 mm, lebar 1.754 mm, dan tinggi 1.380 mm.
Di sektor dapur pacu, Toyota Starlet dibekali dua pilihan mesin:
Mesin 1.000 cc dengan tenaga 52 HP dan torsi 102 Nm.
Mesin 1.300 cc dengan tenaga 82 HP dan torsi 98 Nm.
Meski berusia tua, perawatan Starlet tergolong mudah. Suku cadang melimpah, mulai dari orisinal hingga versi KW dengan harga terjangkau.
Tak heran jika mobil ini kerap dijadikan kendaraan harian yang hemat bahan bakar dan ramah di kantong.
Harga Bekas Toyota Starlet di Pasaran
Harga Starlet bekas di pasar mobil retro sangat variatif tergantung kondisi dan kelengkapan kendaraan:
Starlet Kotak (1985–1989): Rp 25 juta – Rp 60 juta
Starlet Kapsul (1990–1998): Rp 30 juta – Rp 90 juta
Harga bisa berbeda tergantung wilayah, kondisi mesin dan bodi, serta kelengkapan dokumen.
Desainnya yang sederhana dan klasik membuat Toyota Starlet menjadi mobil bekas favorit di kalangan pecinta modif.
Banyak pemilik yang menyulap tampilan Starlet menjadi lebih sporty atau bergaya JDM (Japanese Domestic Market). Mulai dari ganti velg, repaint, hingga swap engine.
Dengan daya tarik historis, kemudahan perawatan, dan potensi modifikasi yang tinggi, Toyota Starlet cocok dijadikan koleksi maupun kendaraan harian yang stylish dan hemat. (dce/naz)
Editor : Mizan Ahsani