Jawa Pos Radar Madiun - Honda Jazz generasi pertama, dikenal dengan kode bodi GD, resmi diluncurkan di Indonesia oleh PT Honda Prospect Motor (HPM) pada 19 Februari 2004.
Awalnya, model ini diimpor secara utuh (CBU) dari Thailand dan hanya tersedia dalam varian mesin 1.5L i-DSI.
Pada tahun 2005, Honda mulai merakit Jazz secara lokal di pabrik Karawang dan menambahkan varian mesin 1.5L VTEC yang lebih bertenaga.
Desain Honda Jazz GD yang kompak namun lapang menjadi daya tarik utama, terutama bagi konsumen muda dan keluarga kecil.
Salah satu fitur inovatifnya adalah konfigurasi kursi belakang yang fleksibel untuk memaksimalkan ruang kargo.
Dengan dimensi panjang sekitar 3.830 mm, lebar 1.675 mm, dan tinggi 1.525 mm, Jazz GD menawarkan ruang interior yang luas dalam ukuran eksterior yang ringkas.
Meskipun informasi resmi mengenai harga saat peluncuran tidak tersedia dalam sumber yang ditemukan, berdasarkan tren harga mobil sejenis pada periode tersebut, diperkirakan harga Honda Jazz GD saat pertama kali diluncurkan berada di kisaran Rp140 juta hingga Rp160 juta, tergantung pada varian dan fitur yang ditawarkan.
Hingga saat ini, Honda Jazz GD masih diminati di pasar mobil bekas Indonesia.
Menurut data dari Moladin, per Mei 2025, harga unit bekas Jazz GD i-DSI keluaran 2004–2005 berada di kisaran Rp60 juta–Rp75 juta, sedangkan varian GD VTEC tahun 2005–2007 dibanderol antara Rp70 juta–Rp95 juta, tergantung kondisi dan kelengkapan dokumen.
Di platform jual beli seperti OLX, harga Honda Jazz GD3 tahun 2004–2007 berkisar antara Rp65 juta hingga Rp100 juta, tergantung pada kondisi dan jarak tempuh kendaraan.
Dengan karakteristik yang irit bahan bakar, mudah diservis, dan tersedianya banyak suku cadang di pasaran, Honda Jazz GD tetap menjadi pilihan populer di pasar mobil bekas.
Tak hanya itu, komunitas pengguna Jazz GD di Indonesia masih aktif, menjadikannya mobil yang tidak hanya bernilai fungsional, tetapi juga emosional bagi banyak pemilik lamanya. (gar)
Editor : Tegar Rukmana