Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Honda Fit GD: Jazz Versi Jepang yang Sama Bentuknya, Tapi Beda Fitur dan Nasib di Indonesia

Tegar Rukmana • Rabu, 14 Mei 2025 | 19:44 WIB
Jazz GD dan Fit GD tampak identik, tapi beda mesin, fitur, dan kemudahan servis. Mana yang cocok buat kamu?
Jazz GD dan Fit GD tampak identik, tapi beda mesin, fitur, dan kemudahan servis. Mana yang cocok buat kamu?

Jawa Pos Radar Madiun - Honda Jazz generasi pertama atau yang dikenal dengan kode bodi GD bukanlah mobil yang berdiri sendiri.

Di Jepang dan beberapa negara lain, mobil ini dipasarkan dengan nama Honda Fit.

Meski memiliki platform dan desain yang identik, perbedaan antara Jazz dan Fit ternyata cukup signifikan, terutama dari sisi produksi, fitur, dan performa.

Perbedaan ini menjadi penting, terlebih bagi konsumen Indonesia yang sering menemui unit Fit dari importir umum (IU) bersanding dengan Jazz rakitan lokal di pasar mobil bekas.

Dikutip dari Wikipedia dan informasi resmi Honda melalui laman honda-indonesia.com, Honda Jazz GD CBU pertama kali hadir di Indonesia pada Februari 2004 sebagai mobil impor utuh dari Thailand.

Setahun kemudian, PT Honda Prospect Motor mulai merakitnya secara lokal (CKD) di Karawang. Di sisi lain, Honda Fit GD berasal dari Jepang dan masuk ke Indonesia melalui jalur importir umum, bukan lewat ATPM resmi.

Status CBU Jepang membuat Fit cenderung lebih eksklusif, namun juga memiliki konsekuensi di sektor pajak dan layanan purna jual.

Secara teknis, Honda Jazz GD versi CKD Indonesia tersedia dalam dua varian mesin: 1.5L i-DSI SOHC yang dikenal irit bahan bakar, dan 1.5L VTEC SOHC yang menawarkan performa lebih tinggi.

Sementara itu, Honda Fit GD di Jepang juga tersedia dalam dua pilihan mesin, yakni 1.3L i-DSI dan 1.5L VTEC, yang secara umum lebih irit namun dengan tenaga lebih kecil.

Dikutip dari Moladin.com, mesin i-DSI Jazz memiliki efisiensi BBM mencapai 14–17 km/liter, sedangkan versi VTEC sedikit lebih boros di kisaran 12–14 km/liter.

Dari sisi fitur, Honda Fit Jepang justru unggul.

Banyak unit Fit GD dari Jepang yang sudah dilengkapi dengan sunroof, paddle shift CVT 7-speed, head unit double din dengan navigasi, dan kaca spion lipat elektrik.

Sebaliknya, Jazz GD versi lokal Indonesia cenderung lebih sederhana, dengan fitur disesuaikan pada spesifikasi standar pasar ASEAN.

Menurut forum diskusi SerayaMotor, perbedaan lain terletak pada alarm bawaan, kaca film berlabel Saint Gobain Sekurit, dan ground clearance yang sedikit lebih tinggi di versi CKD dibandingkan Fit Jepang.

Namun, dalam hal perawatan, Jazz CKD jauh lebih unggul.

Karena dirakit dan dipasarkan resmi di Indonesia, suku cadang dan perawatan Jazz GD CKD lebih mudah dan murah.

Fit, meski tampil lebih mewah, kadang merepotkan soal parts karena beberapa komponennya harus diimpor khusus atau tidak tersedia di dealer resmi.

Kesimpulannya, Jazz GD dan Fit GD memang kembar, tetapi ditujukan untuk segmen dan pasar yang berbeda.

Jazz CKD cocok untuk mereka yang mengutamakan efisiensi dan kemudahan servis, sementara Fit lebih cocok untuk pecinta fitur dan tampilan unik, asalkan siap dengan konsekuensi perawatan ekstra.

Keduanya tetap menjadi legenda hatchback era 2000-an yang hingga kini masih sangat diminati di pasar mobil bekas Indonesia. (gar)

Editor : Tegar Rukmana
#honda fit #Jepang #indonesia #spesifikasi #fitur #honda jazz gd #servis #perbedaan