Jawa Pos Radar Madiun - Pemberitaan terkait kedatangan Suzuki Fronx cukup membuat heboh pasar otomotif Indonesia.
Kehadirannya dianggap sebagai penantang langsung dari Toyota Raize, Honda WR-V, Daihatsu Rocky, KIA Sonet, dan Chery Tiggo Cross.
Namun, ada juga pecinta otomotif di tanah air yang bingung lantaran wajah Suzuki Fronx hampir mirip dengan Suzuki Grand Vitara.
Lantas apa yang membedakan dari kedua mobil tersebut? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Baca Juga: Suzuki Spacia Gear 2025: Kei Car JDM Adik Karimun dan Wagon R, Bakal Laris Kalau Masuk Indonesia?
Dimensi
Grand Vitara cocok untuk keluarga yang mengutamakan kenyamanan ruang kabin karena lebih lega, panjang 4.345 mm, lebar 1.795 mm, dan tinggi 1.645 mm.
Sementara Fronx mempunyai desain lebih kompak dengan panjang 3.995 mm, lebar 1.765 mm, dan tinggi 1.550 mm. Jadi Grand Vitara punya dimensi yang lebih besar.
Interior
Grand Vitara punya kabin premium dengan material soft touch, jok kulit, dashboard modern, dan panoramic sunroof menghadirkan kesan lega dan mewah.
Fronx punya kabin yang lebih kecil, desain dashboard ergonomis dan jok berbahan fabric. Dari sisi interior Grand Vitara lebih lega dan mewah.
Mesin
Grand Vitara memakai mesin 1.500 cc K15C dual-jet hybrid, sama dengan yang dipakai Suzuki Fronx tipe tertinggi
Namun, untuk Fronx ada juga pilihan mesin yang non hybrid 1.500 cc K15B. Mesin ini menawarkan tenaga yang lebih besar. Jadi untuk mesin, Fronx punya dua pilihan.
Fitur
Keduanya menghadirkan fitur berkendara seperti cruise control, paddle shift, head unit 9 inci, AC digital, wireless charger, 6 airbag, dan kamera 360.
Namun yang membedakan adalah pada Fronx sudah dilengkapi dengan ADAS (Advanced Driver Assistance System).
Itulah tadi beberapa perbedaan yang dimiliki antara Suzuki Fronx dengan Grand Vitara.
Jika mencari SUV dengan kenyamanan premium bisa memilih Grand Vitara. Namun jika mencari SUV kompak yang lincah di kota, Fronx bisa menjadi pilihan menarik. (dce)
Editor : Mizan Ahsani